Polda Sumbar Inventarisasi Lokasi Pengungsian untuk Kebutuhan Ramadan

Polda Sumbar Inventarisasi Lokasi Pengungsian untuk Kebutuhan Ramadan

Polda Sumbar Mulai Inventarisasi Kebutuhan Ibadah di Lokasi Bencana

Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah memulai langkah-langkah penting dalam menginventarisasi kebutuhan ibadah masyarakat yang tinggal di lokasi bencana. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menyambut Ramadan 2026, terutama bagi pengungsi yang sedang menjalani masa isolasi akibat bencana alam.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan perintah langsung dari Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen Pol Dedi Prasetyo. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran di daerah sudah mulai melakukan inventarisasi sesuai dengan instruksi dari Kepala Kepolisian Daerah Sumbar.

"Inventarisasi kebutuhan ibadah sudah dimulai oleh jajaran di daerah sesuai perintah dari Kepala Kepolisian Daerah Sumbar," ujarnya.

Susmelawati menekankan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan ibadah masyarakat dapat terpenuhi saat Ramadan mendatang. Hal ini juga menjadi bentuk dukungan pihak kepolisian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Jenis Kebutuhan Ibadah yang Diinventarisasi

Beberapa jenis kebutuhan ibadah yang diinventarisasi antara lain:

  • Tempat-tempat ibadah seperti Masjid atau Mushalla yang berada di lokasi bencana.
  • Kebutuhan karpet, mukenah, sarung, dan Al-Quran.
  • Ketersediaan air bersih untuk keperluan wudhu dan ibadah lainnya.

Selain itu, personel polisi juga diberi arahan untuk membersihkan tempat ibadah yang masih dalam kondisi baik namun tertimbun oleh sedimen bekas banjir. Tindakan ini dilakukan melalui kerja bakti agar tempat ibadah bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat.

Target Polda Sumbar untuk Ramadan Mendatang

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menargetkan bahwa semua tempat ibadah yang terdampak bencana akan siap digunakan oleh masyarakat ketika Ramadan tiba. Fokus utama adalah di beberapa titik yang paling terdampak, seperti Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Padang Panjang, Padang, Solok, dan Pesisir Selatan.

Dia menambahkan bahwa masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan kebutuhan tempat ibadahnya dapat langsung menghubungi Polsek maupun Polres setempat untuk dilakukan pendataan lebih lanjut.

Peran Masyarakat dalam Persiapan Ibadah

Masyarakat diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam proses ini. Dengan memberikan informasi tentang kondisi tempat ibadah mereka, pihak kepolisian dapat lebih mudah menyiapkan kebutuhan yang diperlukan. Hal ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Polda Sumbar berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat yang tinggal di lokasi bencana tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman dan aman. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat yang sedang berjuang melewati masa sulit akibat bencana alam.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan