Polindra Gelar Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik Vokasi Internasional Plat Welder

Polindra Gelar Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik Vokasi Internasional Plat Welder

Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik Vokasi Internasional Plate Welder di Politeknik Negeri Indramayu

Politeknik Negeri Indramayu mengadakan sertifikasi kompetensi bagi dosen dan tenaga pendidik vokasi dengan fokus pada posisi Plate Welder. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan amanat dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan bertempat di Gedung Student Center (GSC) Politeknik Negeri Indramayu, mulai tanggal 3 hingga 12 Desember 2025.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga pendidik dari berbagai daerah dan perguruan tinggi Politeknik se-Indonesia ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka dinilai oleh asesor atau penguji dari IWS-ANB (Indonesian Welding Society-Authorise Nominated Body), yaitu Yudia Bakti. Ketua Panitia Uji Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik Vokasi Internasional Plate Welder dari Politeknik Negeri Indramayu, Leo Van Gunawan M.T., menyampaikan bahwa setelah melalui proses uji, peserta yang lulus akan mendapatkan Diploma Internasional Welder dengan gelar IW (Internasional Welder).

Dari Politeknik Negeri Indramayu sendiri, terdapat 4 peserta dosen dan tendik yang mengikuti sertifikasi ini. Leo berharap kegiatan ini dapat mendorong perkembangan teknik pengelasan di Indonesia, mengingat dunia pengelasan sangat dibutuhkan dalam industri.

Yudia Bakti, sebagai asesor dari IWS-ANB, menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti sertifikasi akan mendapatkan sertifikat diploma dengan gelar IW. Ia berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan internasional ini agar bisa bekerja di luar negeri. "Diploma yang diperoleh dari kegiatan ini diterima secara global," ujarnya.

Hasil kelulusan akan diumumkan satu minggu setelah kegiatan selesai. Salah satu peserta dari Politeknik LPP Yogyakarta, Arif Hidayat, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Meskipun setiap tahun tidak semua peserta lulus, ia berharap semuanya bisa lulus dengan hasil terbaik. "Kami mengikuti kegiatan selama 10 hari, mulai tanggal 3 hingga 12 Desember 2025. Semoga hasilnya memuaskan," katanya.

Edi Sarwono, peserta lain dari Sekolah Tinggi Teknologi "Warga" Surakarta, menambahkan bahwa kegiatan ini sangat baik karena pertama kali mengikuti sertifikasi kompetensi. Ia mengapresiasi bimbingan dari asesor yang profesional, yang memberikan manfaat dalam menambah ilmu dan wawasan. "Harapan saya, ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk kampus dan masyarakat umumnya," ujarnya.

Manfaat dan Harapan dari Sertifikasi Kompetensi

Sertifikasi kompetensi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi dosen dan tendik, tetapi juga membuka peluang kerja di luar negeri. Gelar IW yang diperoleh dapat diakui secara internasional, sehingga meningkatkan kualifikasi dan kemampuan peserta dalam menghadapi tantangan industri global.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran dan peningkatan kapasitas para dosen dan tendik dalam bidang pengelasan. Proses uji yang dilakukan oleh asesor profesional memastikan bahwa standar kompetensi yang dicapai sesuai dengan standar internasional.

Beberapa hal yang bisa dipetik dari kegiatan ini antara lain: * Peningkatan kualitas SDM dalam bidang teknik pengelasan. * Pengakuan internasional terhadap sertifikasi yang diberikan. * Pembukaan peluang karier di luar negeri bagi para peserta. * Peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja berkualitas. Dengan adanya sertifikasi kompetensi yang diakui secara global, diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa dalam skala internasional.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan