Polisi Pastikan Mobil SPPG yang Tabrak Siswa dan Guru di Cilincing Masih Layak Digunakan


JAKARTA, berita
- Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menabrak siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Hasilnya menunjukkan bahwa kendaraan tersebut dalam kondisi layak pakai.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan, kejadian ini murni disebabkan oleh kelalaian sopir yang bernama AI. Ia menyatakan bahwa kendaraan tersebut telah diperiksa dan tidak ada masalah pada sistemnya.

"Sudah dilakukan pengecekan bahwa kendaraannya itu layak pakai, namun di sini faktornya adalah faktor dari pengemudinya sendiri, dia lalai dalam mengoperasikan kendaraannya," ujar Kompol Onkoseno dalam pernyataannya.

Menurut informasi yang didapat, kendaraan tersebut telah diperiksa oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Hasilnya menunjukkan bahwa fungsi gas, rem, dan kopling berjalan dengan baik.

"Kendaraan ini kemarin diperiksa Dishub, fungsi gas rem dan koplingnya layak, artinya kendaraan ini secara umum aman," jelasnya.

Sopir Salah Menginjak Pedal

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara menyebutkan bahwa sopir mobil SPPG mengaku salah menginjak pedal saat berkendara. Hal ini menyebabkan kendaraan yang dikemudikannya kehilangan kendali dan menabrak siswa serta guru yang sedang berada di area sekolah.

"Iya, dari keterangan yang disampaikan, yang bersangkutan menyampaikan salah injak pedal. Yang harusnya dia menginjak rem pada saat dia mau berhenti itu, tapi dia salah menginjak gas," jelas Kompol Onkoseno.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena rasa panik yang dialami oleh sopir.

"Karena panik, dia akhirnya tidak bisa mengontrol lagi," imbuhnya.

Upaya Menghindari Kerumunan

Meskipun demikian, sopir sempat berusaha membelokkan mobil untuk menghindari kerumunan siswa dan guru yang sedang berada di lapangan.

"Makanya dia tetap berusaha membelokkan itu ke kiri, karena pertimbangannya dia merasa di depan itu banyak orang. Berusaha seminim mungkin dia ke kiri supaya dia menghindari kerumunan itu," ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan dinas terkait. Mereka akan terus memantau situasi dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak berwenang berencana melakukan edukasi lebih lanjut kepada para pengemudi, terutama mereka yang menggunakan kendaraan operasional seperti SPPG.

Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
Pelatihan kesadaran berkendara dan pengelolaan emosi saat mengemudi.
Peningkatan pengawasan terhadap kendaraan operasional, termasuk pemeriksaan berkala.
* Penyuluhan tentang pentingnya kesadaran lingkungan dan keselamatan di sekitar area sekolah.

Pihak sekolah juga diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait agar dapat memberikan perlindungan maksimal kepada siswa dan guru.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keamanan dan keselamatan di lingkungan pendidikan dapat terjaga dengan lebih baik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan