
Polisi sedang menyelidiki dugaan teror yang menimpa seorang influencer bernama Ramond Dony Adam atau lebih dikenal sebagai DJ Donny. Teror ini berupa pelemparan bom molotov dan pengiriman paket berisi bangkai ayam dengan leher terpotong.
Menurut informasi yang diperoleh, laporan mengenai kejadian tersebut sudah diterima oleh Polda Metro Jaya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan penyelidikan mendalam serta meminta keterangan saksi-saksi.
DJ Donny melaporkan kejadian teror tersebut ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 31 Desember 2025. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Metro Jaya kemudian datang ke rumah Donny di wilayah Jakarta Timur untuk melakukan penyelidikan pada hari yang sama.
Dari pantauan Tempo di lokasi, lima anggota tim INAFIS tiba menggunakan dua mobil pada pukul 14.45 WIB. Mereka terlihat berbincang dengan DJ Donny. Setelah satu jam berada di lokasi, tim meninggalkan rumah Donny dengan membawa satu kantong barang bukti.
Pada malam hari, tim penyelidik kembali mendatangi rumah DJ Donny. Menurut Donny, tim tersebut melakukan pemeriksaan dari pukul 19.00 hingga tengah malam. “Mereka merayakan tahun baru di sini,” ujar Donny saat dihubungi pada Kamis, 1 Januari 2026.
Selama proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi telah meminta keterangan sejumlah orang. Mereka termasuk istri Donny, pekerja rumah tangga di kediamannya, serta Donny sendiri.
Barang bukti yang diambil oleh penyelidik antara lain pecahan kaca, sumbu bom molotov, serta kertas-kertas berisi ancaman yang dikirim ke rumah Donny bersama bangkai ayam. Donny menjelaskan bahwa ada tiga lembar kertas dalam paket tersebut, yaitu dua lembar tulisan dan satu lembar foto serta tulisan.
Kejadian pelemparan bom molotov terjadi pada dini hari Rabu, 31 Desember 2025. Donny mengungkapkan bahwa dalam rekaman CCTV rumahnya, terlihat dua orang tak dikenal melemparkan bom molotov. Mereka menggunakan masker dan melemparkan bom tersebut ke arah mobilnya. “Api mati sebelum meledak,” kata DJ Donny.
Sebelum kejadian bom molotov, Donny juga pernah menerima teror lain berupa paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpotong serta pesan ancaman. Paket tersebut juga berisi foto Donny yang digambar seolah-olah lehernya tergorok. Di dalamnya terdapat tulisan ancaman seperti, “Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di media sosial, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini.”
Teror-teror tersebut diduga muncul setelah Donny memberikan kritik terhadap pemerintah terkait penanganan bencana di Sumatera. Di media sosial, ia sering membagikan kritiknya atas lambannya penanganan bencana serta pengusutan penyebab bencana Sumatera.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar