
Polres Aceh Selatan Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025
Polres Aceh Selatan Polda Aceh menggelar konferensi pers akhir tahun 2025 sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban kinerja Polri kepada masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadliansyah, S.I.K., dan berlangsung di Aula Bharadaksa Polres Aceh Selatan, Jumat, 2 Januari 2026.
Konferensi pers ini dihadiri Wakapolres Aceh Selatan Kompol Edwin Aldro, S.H., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Selatan, serta insan pers dari berbagai media online di Kabupaten Aceh Selatan. Dalam acara tersebut, Kapolres Aceh Selatan memaparkan capaian kinerja Polres sepanjang tahun 2025 sekaligus memberikan gambaran situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Aceh Selatan.
Selain itu, konferensi pers ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi serta langkah-langkah strategis yang akan ditempuh ke depan. Kapolres menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 jumlah gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 406 kasus, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 425 kasus, atau turun sekitar 4,47 persen.
Kejahatan konvensional juga menurun dari 320 kasus menjadi 308 kasus, sementara kejahatan transnasional berkurang dari 81 kasus menjadi 74 kasus. Namun demikian, kejahatan terhadap kekayaan negara mengalami peningkatan dari 6 kasus pada 2024 menjadi 9 kasus pada 2025. Untuk kejahatan berimplikasi kontinjensi, tercatat nihil.
Kasus-Kasus Menonjol yang Diungkap
Selain itu, Kapolres turut menyampaikan sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap sepanjang tahun 2025. Di antaranya adalah kasus pembunuhan terhadap anak, penambangan ilegal, penyimpangan minyak dan gas (migas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta pencurian dengan kekerasan (jambret). Seluruh pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras personel Polres Aceh Selatan yang didukung sinergi dengan masyarakat serta instansi terkait.
Tak hanya fokus pada penegakan hukum, Polres Aceh Selatan juga berperan aktif dalam penanganan bencana banjir bandang di wilayah Trumon. Bencana tersebut berdampak pada 5 kecamatan dan 25 desa, dengan 4.574 jiwa terdampak serta 873 unit rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 611 jiwa sempat mengungsi di 4 titik pengungsian, dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Apresiasi dari Insan Pers
Dalam sesi konferensi pers, salah satu insan pers yang hadir menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Aceh Selatan, khususnya dalam penindakan berbagai tindak kejahatan serta respons cepat dan humanis dalam penanganan bencana banjir bandang di Trumon. “Polres Aceh Selatan dinilai sigap, transparan, dan konsisten dalam penegakan hukum serta penanganan bencana, sehingga mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Kapolres Aceh Selatan berharap dukungan dan partisipasi aktif insan pers dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. “Komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memberikan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan berkeadilan demi terwujudnya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Aceh Selatan,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar