Polri: 22 Orang Tewas Karena Karbon Monoksida di Terra Drone

Penyebab Kematian 22 Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Biro Pelayanan Kedokteran Kepolisian (Rodokpol) Pusdokkes Polri, penyebab utama kematian 22 orang dalam kebakaran di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat adalah penghirupan karbon monoksida (CO). Hal ini disampaikan oleh Kabidyandokpol Pusdokkes Polri Kombel Pol Ahmad Fauzi dalam konferensi pers di RS Polri.

“Berdasarkan pemeriksaan luar maupun laboratorium, kami dapat menyimpulkan bahwa kematian tersebut disebabkan karena menghirup udara CO,” ujarnya.

Bahaya Karbon Monoksida pada Tubuh Manusia

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting menjelaskan bahwa tubuh manusia normal memiliki hemoglobin dan oksigen (O2) dalam darahnya. Namun, ketika seseorang menghirup karbon monoksida (CO), kondisi ini sangat berbahaya.

“Karbon monoksida mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih kuat daripada oksigen,” jelasnya.

Akibatnya, sel darah merah tidak mampu mengangkut oksigen ke organ vital seperti otak dan jantung. Hal ini menyebabkan kerusakan organ, masalah jantung, gangguan neurologis, hingga kematian.

“Orang tersebut tidak bisa bernapas, sehingga ada pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar CO tinggi,” tambah Martinus.

Identifikasi Korban Kebakaran

RS Polri telah selesai melakukan identifikasi terhadap 22 jenazah korban kebakaran di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Berikut adalah daftar identitas korban:

  • Rufaidha Lathiifunnisa (22, perempuan)
  • Novia Nurwana (28, perempuan)
  • Yoga Valdier Yaseer (28, laki-laki)
  • Pariyem (31, perempuan)
  • Ninda Tan (32, perempuan)
  • Muhammad Ariel Budiman (24, laki-laki)
  • Mochamad Apriyana (40, laki-laki)
  • Della Yohana Simanjuntak (22, perempuan)
  • Nazaellya Tsabita Nurazisha (27, perempuan)
  • Athiniyah Isnaini Rasyidah (18, perempuan)
  • Siti Sa'addah Ningsih (24, perempuan)
  • Emilia Salim Tan (43, perempuan)
  • Ervina (25, perempuan)
  • Chandra Faajriati Khasanah (19, perempuan)
  • Tahsya Larasati Ramadhani (25, perempuan)
  • Sendy Wijaya (37, laki-laki)
  • Rayhansyah Pinago Sipahutar (24, laki-laki)
  • Chintia Leni Novaressa (29, perempuan)
  • Rosdiana (26, perempuan)
  • Muh Ikhsanul Mirja (27, laki-laki)
  • Syaiful Fajar (38, laki-laki)
  • Assyifa Mulandar (25, perempuan)

Kesimpulan

Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa semua korban meninggal akibat paparan karbon monoksida yang sangat berbahaya. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan bahaya asap dan gas beracun dalam kejadian kebakaran. Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan dan tindakan darurat harus diperhatikan agar risiko serupa dapat diminimalisir.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan