Poltekkes Tanjungkarang Latih Kader Posyandu Suka Banjar Gunakan Buku KIA Cegah Stunting

Poltekkes Tanjungkarang Latih Kader Posyandu Suka Banjar Gunakan Buku KIA Cegah Stunting

Pelatihan Kader Posyandu untuk Peningkatan Kapasitas dan Pencegahan Stunting

Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Tanjungkarang melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada pelatihan kader posyandu di Desa Suka Banjar, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan tugas mereka secara lebih efektif.

Ketua Tim PKM Arie Nugroho S.Gz., M.Gz menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas kader posyandu dalam hal pengukuran antropometri serta pembacaan grafik pertumbuhan pada Buku KIA. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknik-teknik dasar tersebut dalam mendukung upaya pencegahan stunting.

Tim PKM terdiri dari beberapa dosen yang berkompeten di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Mereka adalah Arie Nugroho, S.Gz., M.Gz; Dewi Sri Sumardilah, SKM, M.Kes; Bertalina, SKM, M.Kes; Roza Mulyani, SKM, MKM; Endang Sri Wahyuni, SST., MPH; Dr. Anggun Rusyantia, SP, M.EP; Yulia Novika J., SP, MKM; dan Riska Nur Suci Ayu, S.ST., M.Gz.

Sebanyak 15 kader dari tiga posyandu di Desa Suka Banjar mengikuti pelatihan ini. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pengukuran berat badan, tinggi/panjang badan, dan lingkar lengan atas. Selain itu, mereka juga dilatih dalam membaca grafik pertumbuhan yang terdapat dalam Buku KIA.

Alasan Pelaksanaan Pelatihan

Kabupaten Pesawaran mencatat angka stunting sebesar 25,1 persen pada tahun 2022 berdasarkan SSGI 2022. Namun, melalui berbagai intervensi seperti peningkatan peran kader posyandu dan pemanfaatan dana desa, angka ini berhasil turun menjadi sekitar 10 persen pada 2023 (SKI 2023). Meskipun demikian, Desa Suka Banjar masih menghadapi tantangan dalam pencatatan status gizi yang belum optimal dan ditemukannya beberapa balita dengan pertumbuhan di bawah standar.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri yang benar serta penggunaan Buku KIA sebagai alat pencatatan yang akurat. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan dilaksanakan pada 28 November 2025 dengan tujuan meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran dan menggunakan Buku KIA sebagai alat pemantauan.

Proses Pelatihan

Pelatihan dimulai dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Setelah itu, peserta melakukan sesi praktik pengukuran langsung di posyandu. Selanjutnya, mereka diberikan pendampingan dalam penggunaan Buku KIA untuk menilai status gizi balita. Pelatihan ini dipandu oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi.

Kepala Desa Suka Banjar diwakili oleh Kasi Kesra Prayitno menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia berharap pelatihan dapat dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun. "Kami berharap angka stunting di Desa Suka Banjar dapat terus ditekan dan tidak muncul kasus baru melalui peningkatan kemampuan para kader," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kader yang terampil akan lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Capaian Kegiatan

Hasil dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri serta pemanfaatan Buku KIA sebagai instrumen pemantauan tumbuh kembang balita. Arie Nugroho berharap kemampuan ini akan mendukung upaya pencegahan stunting secara lebih optimal di tingkat desa.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan