Populer: IHSG Naik di Awal Tahun; Purbaya Minta BNPB Dana Pemulihan Sumatera


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan pada perdagangan pertama tahun 2026, dengan dibuka di level 8.684,069. Kabar ini menjadi salah satu berita yang paling diminati sepanjang Jumat (2/1). Selain itu, terdapat juga informasi mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengajukan tambahan anggaran dalam rangka pemulihan bencana di wilayah Sumatera. Berikut penjelasannya.

IHSG Mengalami Kenaikan pada Awal Tahun

Pada awal tahun 2026, IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 37,130 poin atau 0,43 persen, mencapai level 8.684,069. Indeks ini dibuka di level 8.676,741. Berdasarkan data dari RTI, sebanyak 350 saham tercatat menguat, sedangkan 104 saham melemah dan 228 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi pasar saham mencapai Rp 342,88 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 528,46 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 75.496 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.959,12 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut hadir dalam acara pembukaan perdagangan pagi tadi. Ia memberikan pernyataan mengenai kondisi pasar dan kebijakan yang akan diambil dalam waktu dekat.

Purbaya Meminta BNPB Segera Ajukan Dana Bencana

Purbaya menegaskan bahwa BNPB harus segera mengajukan tambahan anggaran untuk pemulihan bencana di wilayah Sumatera. Ia menyampaikan imbauan tersebut saat ditemui dalam acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia.

“Saya mengimbau kepada BNPB dan pihak-pihak yang menangani bencana agar segera mengajukan dana jika diperlukan. Kami sudah siapkan dana tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana tidak bisa ditunda terlalu lama. Oleh karena itu, kebutuhan mendesak harus segera dipenuhi.

“Masyarakat yang terkena dampak bencana tidak bisa menunggu terlalu lama. Jika perlu beli alat, beli alat. Jika perlu jembatan, bangun jembatan. Jika perlu rumah tetap atau sementara, segera dibangun,” katanya.

Sebelumnya, Purbaya menyebutkan bahwa hingga 30 Desember 2025 masih tersisa anggaran sebesar Rp 1,51 triliun yang bisa digunakan untuk penanganan bencana. Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk berbagai kebutuhan darurat, termasuk pemulihan infrastruktur dan bantuan langsung kepada masyarakat.

Langkah-Langkah yang Diperlukan

Berikut beberapa langkah penting yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait:

  • Alokasi Anggaran yang Cepat
    BNPB diminta untuk segera mengajukan permohonan tambahan anggaran agar dana bisa segera cair dan digunakan untuk kebutuhan pemulihan.

  • Penanganan Darurat yang Efisien
    Semua kebutuhan mendesak seperti pembangunan jembatan, rumah, atau alat bantu harus segera dipenuhi tanpa menunggu proses administratif yang panjang.

  • Koordinasi antar Lembaga
    Koordinasi yang baik antara BNPB, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat sangat penting untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

  • Pemantauan dan Evaluasi
    Pemantauan berkala terhadap penggunaan dana dan progres pemulihan diperlukan agar semua kebutuhan masyarakat terpenuhi secara efektif.

Dengan langkah-langkah di atas, diharapkan pemulihan bencana di wilayah Sumatera dapat berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan