Sosok Mokhammad Hilman: Mantan Sekda Banjar Kalsel yang Kini Berkarier di Tanah Kelahirannya

Mokhammad Hilman, seorang pejabat pemerintahan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), kini telah memulai langkah baru dalam kariernya. Ia kini resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Lahir pada 28 Maret 1970, Mokhammad Hilman adalah putra asli Kota Palangka Raya, Kalteng. Namun, kiprahnya dalam dunia birokrasi tidak berlangsung di tanah kelahirannya, melainkan di Kalsel. Ia menghabiskan sebagian besar karier sebagai ASN di Kabupaten Banjar.
Pindah tugas dari Kalsel ke Kalteng merupakan langkah penting bagi Hilman. Ia menyampaikan bahwa pengajuan mutasinya sudah sesuai prosedur dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI. Surat Keputusan Mendagri tersebut sudah dikeluarkan dan berlaku mulai 1 Januari 2026. Selain itu, ia juga telah menerima surat keputusan dari Sekda Kalteng terkait penerimaannya bertugas di Bumi Tambun Bungai.
Hilman menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Abduh, atas dukungan yang diberikan. Ia berharap dapat memberikan kontribusi terbaiknya di tanah kelahirannya.
BMKG Prediksi Curah Hujan di Kalteng Normal di 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) akan masuk kategori normal pada tahun 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Neng Arini menjelaskan bahwa curah hujan kategori normal berada di kisaran 85–115 persen. Menurut Arini, iklim normal pada tahun 2026 berpotensi menjaga kualitas udara secara umum.
"Iklim normal 2026 ini menjaga kualitas udara tetap baik dengan curah hujan yang cukup," ujar Arini, Jumat (2/1/2026).
Fasilitas di RTH Eks Disnakertrans Kalteng, Spot Baru di Bundaran Besar Palangka Raya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melanjutkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Bundaran Besar Palangka Raya, pada tahun 2026. Proyek ini ditargetkan selesai secara menyeluruh pada 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom, menyebutkan bahwa progres pembangunan RTH tersebut saat ini mencapai sekitar 60 persen dari total keseluruhan pekerjaan.
“RTH eks Nakertrans kita lanjutkan di 2026 dan ditargetkan tuntas pada 2027. Sekarang progresnya kurang lebih sudah 60 persen,” ujar Juni Gultom kepada nurulamin.pro, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan RTH tersebut tidak sekadar menghadirkan ruang hijau, tetapi juga dirancang dengan konsep yang berbeda dibandingkan RTH lain yang sudah ada di Kota Palangka Raya.
Update Banjir di Kapuas-Barito Timur-Barito Selatan-Palangka Raya

Curah hujan yang masih tinggi di Kalimantan Tengah membuat sejumlah wilayah berada dalam kondisi rawan banjir. Wilayah-wilayah ini menjadi atensi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama, menjelaskan bahwa daerah rawan banjir saat ini terutama berada di daerah aliran sungai (DAS) Barito dan DAS Kahayan, termasuk kawasan hulu Sungai Kapuas.
“Daerah rawan banjir saat ini terutama di DAS Barito dan wilayah DAS Kahayan, termasuk juga daerah hulu Sungai Kapuas. Namun daerah lain juga tetap berpotensi terdampak karena curah hujan di Kalimantan Tengah masih relatif tinggi,” ujar Indra Wiratama, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan data terbaru Pusdalops BPB-PK Kalteng per 31 Desember 2025, banjir tercatat terjadi di empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Selatan, dan Kota Palangka Raya.
Viral di Barito Timur Kalteng, Warga Ampah Geger Aksi Dramatis Pria Naik Tower Hari Ini

Warga Kelurahan Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, dibuat geger oleh aksi seorang pria yang belum diketahui identitasnya, Jumat (2/1/2026).
Pria tersebut terlihat berada di puncak menara telekomunikasi, dan diduga hendak melakukan aksi terjun bebas, sehingga memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi. Peristiwa itu terjadi pada siang hari dan dengan cepat menyedot perhatian masyarakat.
Terlihat banyak warga berdatangan untuk menyaksikan langsung kejadian tersebut dari jarak aman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar