Posyandu Kesehatan Seluruh Hidup

Posyandu Kesehatan Seluruh Hidup

Peran Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Posyandu telah mengalami perubahan signifikan sejak dikeluarkannya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Dulu, masyarakat lebih mengenal Posyandu sebagai tempat penimbangan bayi dan balita. Namun kini, Posyandu telah berkembang menjadi Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), yang mencakup berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Bidang Kesehatan

Di bidang kesehatan, Posyandu menyediakan layanan kesehatan dasar seperti imunisasi, pemeriksaan kesehatan ibu, anak, balita, warga lansia, serta upaya pencegahan dan penanganan penyakit. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bidang Pendidikan

Posyandu juga membantu pemenuhan hak pendidikan melalui penyuluhan pendidikan kesehatan, literasi kesehatan, dan mendukung akses pendidikan di masyarakat.

Bidang Pekerjaan Umum

Dalam bidang pekerjaan umum, Posyandu membantu aspek infrastruktur dasar seperti penyediaan sarana/prasarana umum, lingkungan hidup, kebersihan, dan sanitasi desa/kelurahan.

Bidang Perumahan Rakyat

Posyandu juga berperan dalam mendukung penyediaan dan perbaikan rumah layak huni atau kondisi perumahan yang layak bagi masyarakat.

Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum-Linmas)

Di bidang ini, Posyandu menjaga keamanan, ketertiban lingkungan, dan perlindungan masyarakat; serta membantu koordinasi dengan aparat bila diperlukan.

Bidang Sosial

Posyandu memberikan pelayanan sosial seperti bantuan untuk warga kurang mampu, disabilitas, lansia, serta program sosial kemasyarakatan lainnya.

Sejarah Posyandu Bidang Kesehatan

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan inovasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang telah hadir di Indonesia sejak awal tahun 1980-an. Tujuan utamanya adalah meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan formal.

Pada masa itu, fokus utama Posyandu adalah pada upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui kegiatan penimbangan balita, imunisasi dasar, pemantauan tumbuh kembang, penyuluhan kesehatan, serta pelayanan keluarga berencana.

Posyandu juga merupakan salah satu Lembaga Kemasyarakatan yang mewadahi pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan sosial dasar. Salah satu kegiatan sosial dasar di Posyandu adalah kegiatan kesehatan. Penyelenggara layanan kesehatan dasar di Posyandu Bidang Kesehatan dilakukan oleh kader Posyandu bersama petugas kesehatan Puskesmas.

Posyandu Siklus Hidup

Dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas manusia Indonesia, Kementerian Kesehatan melakukan transformasi di bidang kesehatan. Transformasi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/2015 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.

Terdapat 6 (enam) pilar transformasi yang akan dilakukan, yakni Transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan. Transformasi layanan primer bertujuan mendekatkan layanan promotif dan preventif yang berkualitas, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam implementasinya, transformasi layanan kesehatan primer difokuskan pada pendekatan siklus hidup dengan penguatan pada upaya promotif dan preventif serta mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga ke tingkat RT/RW. Posyandu yang dapat menjawab kebutuhan ini.

Posyandu Bidang Kesehatan di era integrasi layanan kesehatan primer berbeda, karena pelayanan yang diberikan harus mampu memberikan pelayanan bagi seluruh masyarakat untuk semua siklus hidup, tidak hanya ibu hamil, bayi dan balita, tapi juga anak usia sekolah, remaja, dewasa dan lansia.

25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu

Posyandu Siklus Hidup dapat memberikan pelayanan berkualitas pada seluruh sasaran jika kader telah dilatih dan lulus uji kompetensi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu. Berikut 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu:

  • Melakukan pendataan sasaran seluruh siklus hidup (ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, lansia).
  • Menyusun dan memperbarui peta wilayah (sasaran keluarga & indikator kesehatan).
  • Melakukan pencatatan kegiatan Posyandu dalam buku register dan format lainnya.
  • Melakukan pelaporan kegiatan Posyandu ke Puskesmas (manual/digital).
  • Melakukan kunjungan rumah untuk sasaran yang membutuhkan pemantauan.
  • Mengukur lingkar lengan atas (LILA) ibu hamil.
  • Menimbang berat badan bayi, balita, dan sasaran lainnya.
  • Mengukur panjang atau tinggi badan bayi, balita, dan sasaran lainnya.
  • Mengukur lingkar kepala bayi.
  • Mengukur lingkar perut dan indeks massa tubuh (IMT) untuk remaja/dewasa.
  • Mengisi KMS/KIA sesuai hasil pengukuran.
  • Melakukan skrining KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan).
  • Melakukan deteksi dini tanda bahaya pada ibu hamil, bayi, dan balita.
  • Memberikan konseling gizi dasar pada ibu hamil, balita, remaja, dan keluarga.
  • Menyiapkan dan memobilisasi sasaran imunisasi.
  • Memberikan edukasi tentang imunisasi dasar lengkap.
  • Melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  • Melakukan penyuluhan terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan.
  • Melakukan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti obesitas.
  • Mengukur tekanan darah untuk dewasa/lansia.
  • Memberikan edukasi pencegahan PTM (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas).
  • Memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja.
  • Melakukan pemantauan dan edukasi anemia remaja.
  • Melakukan deteksi dini masalah kesehatan lansia (mobilitas, risiko jatuh, fungsi kognitif dasar).
  • Melakukan komunikasi efektif, konseling, dan rujukan sasaran ke Puskesmas atau tenaga kesehatan.

Posyandu dan Perilaku Hidup Sehat

Posyandu menjadi bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat di tingkat desa/kelurahan. Keberadaan kader sebagai relawan kesehatan menjadikan Posyandu dekat dengan masyarakat dan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat.

Seiring perubahan pola penyakit, transisi demografi, dan meningkatnya kebutuhan layanan yang lebih komprehensif, cakupan layanan Posyandu kini semakin diperluas. Pelayanan Posyandu Siklus Hidup telah menyediakan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kader telah dilatih tentang edukasi pengendalian dan pencegahan PTM termasuk keterampilan mengukur tekanan darah dan gula darah. Maka dari itu, silahkan memanfaatkan pelayanan posyandu dan mengajak, serta menghimbau keluarga, tetangga dan masyarakat lainnya agar datang juga ke Posyandu Siklus Hidup.

Kita ketahui bersama bahwa hipertensi dan diabetes mellitus adalah silent killer yang dapat meningkatkan resiko penyakit tidak menular (PTM) lainnya. PTM prioritas yang saat ini menjadi fokus pengendalian dan pencegahan pemerintah adalah KJSU (Kardiovaskuler, Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi).

Dengan pemeriksaan tekanan dan gula darah secara rutin, kita dapat mendeteksi resiko penyakit tidak menular lebih dini sehingga dapat mencegah komplikasi penyakit lainnya.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang sebelumnya kita kenal dengan 10 indikator kini telah bertransformasi menjadi Perilaku Hidup Sehat (PHS) yang terdiri dari 6 indikator, yaitu aktifitas fisik (1), makan buah dan/atau sayur (2), cuci tangan dengan benar (3), tidak merokok (4), cek tekanan darah minimal 1x/tahun (5) dan cek gula darah minimal 1x/tahun (6). Indikator PHS tersebut lahir akibat perubahan perilaku hidup masyarakat kekinian yang mengakibatkan peningkatan resiko PTM. Dengan rutin ke Posyandu dan memeriksakan tekanan darah dan gula darah, kita telah memenuhi 2 dari 6 indikator perilaku hidup sehat.

Yok… ke Posyandu!. Semuanya bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan dasar di Posyandu. Tidak perlu antri lama, dekat dengan rumah dan gratis. Salam Sehat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan