Pemprov Kaltim Gencarkan Upaya Menarik Investasi Asing
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya untuk meningkatkan roda ekonomi daerah melalui investasi dari mancanegara. Salah satu negara yang menunjukkan minat besar adalah Tiongkok. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak investor asal Tiongkok yang menunjukkan ketertarikan terhadap potensi ekonomi di Kaltim.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, pihaknya aktif melakukan kunjungan ke luar negeri atas undangan pihak terkait. Hasil dari kunjungan tersebut memberikan angin segar bagi iklim investasi di Kaltim. Banyak pengusaha Tiongkok yang menunjukkan minat untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah ini.
Sektor yang Diminati Investor Tiongkok
Fahmi merinci tiga sektor utama yang diminati oleh investor Tiongkok di Kaltim:
- Energi terbarukan
Energi terbarukan menjadi salah satu prioritas utama. Khususnya dalam pembangkit listrik, Tiongkok menunjukkan ketertarikan yang sangat besar. "Yang paling banyak itu berkenaan dengan energi terbarukan, listrik ya," ujar Fahmi.

-
Peternakan ayam
Selain energi terbarukan, sektor peternakan ayam juga masuk dalam daftar minat para investor Tiongkok. "Kemudian peternakan ayam juga ada yang mereka minati," jelas Fahmi. -
Pabrik ban
Ada rencana investasi besar untuk mendirikan pabrik ban yang akan digarap oleh investor Tiongkok. Lokasi yang dipertimbangkan adalah Kabupaten Kutai Barat karena dekat dengan sumber bahan baku karet.
Tunggu Hasil Penelitian Lebih Lanjut
Meskipun ada minat besar dari Tiongkok, masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut dari pihak investor. Minat ini juga sejalan dengan kerja sama yang telah terjalin antara Pemprov Kaltim dengan Provinsi Anhui di Tiongkok.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebutkan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi untuk meningkatkan investasi. Selain Tiongkok, negara lain seperti Korea Selatan dan Italia juga menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di Kaltim.
Seno menambahkan bahwa Tiongkok memiliki banyak pengusaha muda yang ingin menanamkan modal di Kaltim. "Jika bisa kita jodohkan sebagai partner bisnis, maka akan lebih baik, Kaltim bisa berkembang, dan pengusaha lokal pun bisa tumbuh," katanya.
Kejar Investor dari Mancanegara
Belum lama ini, Pemprov Kaltim sukses menggelar Mahakam Investment Forum (MIF) di Balikpapan. Investasi menjadi strategi utama untuk menutup ruang fiskal. Melalui investasi, pertumbuhan ekonomi daerah dapat didorong karena adanya penyerapan tenaga kerja, perdagangan, dan ekspor yang menghidupkan ekonomi lokal.
Sri Wahyuni, Wakil Gubernur Kaltim, menjelaskan bahwa di tengah keterbatasan dana dari pusat, peran sektor swasta menjadi krusial. Pemprov Kaltim menawarkan kemudahan perizinan, promosi potensi daerah, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.
Investor Pengolah Sampah
Beberapa sektor unggulan yang ditawarkan untuk memaksimalkan pendapatan antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Kawasan industri Bontang, Industri pengolahan hasil tambang dan migas, serta Pengelolaan sampah (waste management) di Balikpapan.
Minat terhadap proyek pengolahan sampah ini cukup tinggi. Ada investor yang membutuhkan pasokan hingga 600 ton per hari untuk diolah menjadi energi. Ini peluang besar yang sedang dijajaki bersama pemerintah kota dan pihak terkait.
Strategi memperkuat investasi swasta dan mengoptimalkan kawasan industri strategis membuat Pemprov Kaltim optimis. "Laju pertumbuhan ekonomi daerah tetap bisa tancap gas dan berkelanjutan, meski dari pusat sedang menipis," kata Sri Wahyuni.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar