
Pertemuan Awal Tahun Presiden Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan awal tahun dengan sejumlah tokoh penting di Jakarta Selatan. Pertemuan ini berlangsung pada Jumat sore hingga malam, 2 Januari 2026, di Widya Chandra. Peserta yang hadir antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo membahas beberapa isu penting. Salah satunya adalah penugasan khusus awal tahun yang diberikan kepada masing-masing peserta. Teddy dalam pernyataannya menyebutkan bahwa penugasan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden. Namun, detail lebih lanjut tentang penugasan tersebut tidak diungkapkan secara rinci.
Selain itu, Prabowo juga mendiskusikan laporan dari Sufmi Dasco terkait rekonstruksi dan rehabilitasi tiga provinsi yang terdampak bencana di Sumatera. Dasco memberikan laporan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR. Bencana ekologis seperti banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini menyebar ke 52 kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut.
Dampak Bencana di Sumatera
Hingga Sabtu pagi, 3 Januari 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 1.157 jiwa meninggal dunia dan 165 orang masih hilang akibat bencana tersebut. Ratusan ribu warga di ketiga provinsi masih menjalani masa pengungsian.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan yang signifikan. Data BNPB menyebutkan bahwa sebanyak 178.479 unit rumah rusak, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, serta 81 jalan dan 34 jembatan terputus akibat bencana.
Kunjungan ke Aceh Tamiang
Sebelum pertemuan di Jakarta, Prabowo telah mengawali tahun baru dengan menggelar rapat penanganan dampak bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang paling parah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan dari jajarannya mengenai penanganan dampak bencana. Laporan ini mencakup pembangunan hunian untuk para pengungsi serta rencana langkah-langkah pemulihan yang akan dilakukan selama masa rekonstruksi dan rehabilitasi.
Langkah-Langkah Pemulihan
Pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah pemulihan pasca-bencana. Hal ini termasuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi serta mempercepat proses rekonstruksi infrastruktur yang rusak. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kunjungan dan rapat-rapat yang dilakukan oleh Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani bencana dan memastikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar