Prabowo: Jangan Sembarangan Menebang Pohon!

Prabowo: Jangan Sembarangan Menebang Pohon!

Presiden Prabowo Minta Pemerintah Daerah Lebih Waspada dalam Menjaga Alam

Presiden Joko Widodo, atau yang lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, memberikan perintah kepada jajarannya, khususnya pemerintah daerah, untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan alam. Ia menekankan pentingnya perlindungan alam dengan tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan.

Perintah tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat berada di hadapan para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada hari Jumat. Aceh Tamiang adalah salah satu kabupaten di Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu. Dalam kesempatan itu, Presiden mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu menjaga lingkungan sekitar mereka.

Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita. Alam kita harus kita jaga. Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan, ujar Presiden Prabowo.

Ia juga menambahkan, Saya minta pemerintah daerah lebih waspada, lebih awasi. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya.

Instruksi ini diberikan karena beberapa ahli memperkirakan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya disebabkan oleh fenomena alam, melainkan juga diperparah oleh kerusakan alam akibat alih fungsi hutan yang besar-besaran dalam dua dekade terakhir.

Pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan, telah mengambil langkah-langkah tegas. Mereka menyegel dan menghentikan sementara operasional sejumlah perusahaan sawit dan tambang, serta menghentikan aktivitas pengangkutan kayu bulat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ini merupakan kunjungan ketiga Presiden Prabowo ke Aceh sejak bencana menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera pada akhir November lalu. Di Aceh, ia melakukan peninjauan terhadap penanganan dampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, kemudian Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dan rencananya juga akan meninjau posko pengungsi di Kabupaten Bener Meriah.

Dalam rangkaian kunjungannya, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, seperti Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Setelah menyelesaikan kegiatan di Kabupaten Bener Meriah, Presiden Prabowo dijadwalkan naik helikopter menuju Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dari tempat tersebut, ia akan bertolak menuju Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah

  • Penyegelan perusahaan sawit dan tambang untuk mencegah eksploitasi alam yang tidak terkendali.
  • Penghentian sementara aktivitas pengangkutan kayu bulat di wilayah yang terkena dampak bencana.
  • Peningkatan pengawasan pemerintah daerah terhadap aktivitas yang dapat merusak lingkungan.
  • Kunjungan langsung Presiden ke daerah terdampak untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Penanganan Bencana di Aceh

Aceh Tamiang menjadi salah satu titik fokus dalam penanganan bencana. Wilayah ini mengalami banjir bandang dan longsoran tanah yang mengakibatkan banyak warga terpaksa mengungsi. Presiden Prabowo memastikan bahwa semua upaya dilakukan untuk membantu para pengungsi dan memulihkan kondisi lingkungan.


Selain itu, Presiden juga meninjau lokasi-lokasi lain yang terkena dampak bencana, seperti Kota Takengon dan Kabupaten Bener Meriah. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan bisa memberikan semangat dan dukungan bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana.

Pentingnya Perlindungan Alam

Bencana yang terjadi di Aceh dan sekitarnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dengan menghentikan penebangan pohon secara sembarangan dan mengurangi aktivitas yang merusak lingkungan, diharapkan bisa mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.


Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi mendatang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan