Prabowo Kembali Kunjungi Pengungsi Bencana Aceh

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang


Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terlibat dalam kunjungan ini. Presiden Prabowo Subianto tiba di posko pengungsian korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Jumat (12/12). Ini merupakan kunjungan ketiga kalinya ke Aceh untuk melihat kondisi para korban bencana.

Prabowo sebelumnya mendarat di Bukit Rata, Aceh Tamiang dengan mengenakan setelan safari berwarna krem. Setibanya di sana, ia disambut antusias oleh warga yang telah menunggunya. Ia pun sempat menyapa warga melalui mobil Maung Garuda MV3 berwarna putihnya.

Kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju posko pengungsian korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Sukajadi. Kedatangan Prabowo pun disambut antusias oleh ribuan pengungsi yang berkumpul di tenda pengungsian. Prabowo pun sempat melihat rumah-rumah yang terendam lumpur dan kayu gelondongan.

Para pengungsi yang terdiri dari ibu-ibu hingga anak-anak pun rebutan untuk bersalaman dan menyapa orang nomor satu di Indonesia itu. Lantunan selawat juga menyambut kehadiran Prabowo. Prabowo pun menyambut baik mereka.

Tampak Prabowo sempat bersimpuh di hadapan anak-anak yang sedang menunggunya di tenda pengungsian. Ia pun sempat menggendong salah seorang anak. Beberapa kali, Prabowo juga sempat mencium kening mereka yang berada di tenda pengungsian.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tampak didampingi oleh Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka, Mensos Saifullah Yusuf, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Muallem.

Janji Pemerintah untuk Memperbaiki Kondisi Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Aceh Tamiang dari Lanud Soewondo, Jumat (12/12). Di sana, Prabowo akan meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan pesan kepada warga Aceh Tamiang tentang penanganan bencana.

Di hadapan warga, Prabowo berjanji bahwa pemerintah akan segera memperbaiki keadaan di Aceh Tamiang yang porak poranda akibat bencana. "Terima kasih saya hari ini diterima dengan baik. Saya datang sesuai janji saya waktu itu Tamiang masih terputus, ya, kapan sudah tembus berapa hari yang lalu, seminggu yang lalu saya janji mau nengok, saya lihat keadaan, inysaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini," ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan turun membantu, dan meminta maaf jika masih ada kekurangan. "Pemerintah akan turun membantu semuanya. Saya minta maaf kalau masih ada yang belum. Kita sedang bekerja keras. Mungkin listrik yang belum, ya? Listrik sudah mulai. Oke, ya, kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit," ujar Prabowo.

"Jadi kita atasi bersama. Saya kira itu saja. Ya, mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal," lanjut Prabowo.

Ia juga meminta anak-anak untuk tabah dan bersemangat, supaya bisa segera kembali ke sekolah.

Ajakan untuk Menjaga Lingkungan


Presiden Prabowo Subianto meminta warga di Aceh Tamiang untuk menjaga lingkungan dan tidak sembarangan menebang pohon. Hal ini disampaikan saat Prabowo mengunjungi korban bencana di posko pengungsian.

"Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga. Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan," kata Prabowo.

Prabowo juga meminta pemerintah daerah menjaga dan mengawasi alam yang ada di Aceh Tamiang.

Kunjungan ke Pengungsian Bener Meriah


Di Bener Meriah, Prabowo disambut para pengungsi. Mereka berebut bersalaman. Kondisi hujan tak menyurutkan Prabowo untuk berjalan ke dalam tenda, lebih dekat dengan para pengungsi. Dia juga tampak tak dipayungi, hanya topi biru yang melindungi kepalanya dari air hujan.

Di sana, Prabowo meyakinkan para pengungsi bahwa pemerintah tidak berhenti menyalurkan berbagai bantuan. Ada puluhan helikopter yang beroperasi setiap hari.

Dia juga menyampaikan kabar gembira kepada para pengungsi. Semua rumah akan diganti, tapi butuh kesabaran dari warga hingga semua terwujud. "Kita sudah ada rencana mengganti semua rumah. Tapi tentunya kita butuh kesabaran bapak ibu semua," kata Prabowo disambut riuh tepuk tangan dari para pengungsi.

Prabowo meminta pengertian dari para pengungsi, untuk mewujudkan semua itu butuh waktu yang tidak sebentar. Dia sebagai presiden juga tidak bisa simsalabim dan rumah untuk warga bisa hadir. "Saya minta maaf, presiden tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi kita akan bekerja keras untuk saudara-saudara sekalian," ujar dia.

Salat Jumat di Masjid Tempat Pengungsian


Presiden Prabowo Subianto melanjutkan peninjauan korban bencana banjir dan tanah longsor ke Takengon usai mengunjungi Aceh Tamiang.

Prabowo bertolak dari Bukit Rata, Aceh Tamiang dengan helikopter Super Puma pada pukul 11.15 WIB. Ia kemudian mendarat di Lapangan Musara Alun Takengon pada pukul 12.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Prabowo yang mengenakan setelan safari berwarna krem dan topi biru menyapa warga yang telah menunggunya di lapangan. Kemudian ia masuk ke dalam mobil Maung Garuda MV3 berwarna putih dan melaksanakan salat jumat berjemaah terlebih dahulu di masjid sekitar. Masjid ini juga menjadi tempat pengungsian korban banjir-longsor.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan