
nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat koordinasi satgas pemulihan bencana di Aceh di Kota Banda Aceh pada Selasa (30/12/2025). Rapat yang disiarkan langsung melalui akun Youtube DPR itu diikuti sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.
"Rapat koordinasi ini dilakukan, mengingat Bapak Presiden dijadwalkan akan berkunjung ke Aceh besok (Rabu)," kata Dasco dikutip di Jakarta, Selasa.
Dalam catatan nurulamin.pro, Prabowo sudah tiga kali berkunjung ke Aceh. Dengan begitu, ia akan mengunjungi provinsi paling barat di Indonesia itu keempat kalinya pada Rabu (31/12/2025).
Dalam pernyataannya, Dasco sepakat, eksekutif dan legislatif akan melakukan penanganan pemulihan pascabencana di tiga provinsi, khususnya Aceh. Penanganan dilakukan intens dan terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.
"Sehingga penanganan dengan skala nasional bisa membuat percepatan pemulihan bencana di daerah Aceh. Ya nanti sekembalinya kita segera selesaikan dengan kementerian teknis terkait untuk mencapai target sampai kapan pendidikan itu kemudian beraktivitas di tempat demikian," kata Dasco menjawab pemulihan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Adapun terkait pembangunan hunian sementara (huntara), Dasco memastikan, program itu sedang berjalan. Dia mengungkapkan, dalam rapat jumlah huntara bagi warga juga sudah dihitung. "Baru ditetapkan lokasi sementara dan relokasi untuk huntap (hunian tetapnya)-nya sekalian," ujar ketua harian DPP Partai Gerindra itu.
Menurut Dasco, pembangunan huntara dan huntap akan dibuatkan simulasi agar kementerian dan lembaga terkait yang ikut rapat bisa mengeksekusinya bersama pemerintah daerah (pemda). Hal itu dilakukan karena pemda yang menentukan lahan huntara dan huntap karena tempat tinggal warga harus direlokasi.
Disinggung desa yang hilang tersapu banjir, Dasco juga mengaku, membahasnya dalam rapat. "Ya tadi sempat diceritakan, nah sementara masih dalam proses pendatangan. Supaya, pada prinsipnya para kepala daerah, khususnya para bupati meminta dari pemerintah pusat terkait desa yang hilang, itu mereka sudah ada gambaran kira-kira untuk di daerah mana saja-mana saja dan minta kepada pemerintah untuk diusahakan," kata Dasco.
Fokus Pemulihan Bencana di Aceh
Pemulihan bencana di Aceh menjadi fokus utama pemerintah dan legislatif. Berbagai langkah telah diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Salah satu prioritas adalah membangun hunian sementara dan permanen bagi korban bencana. Proses ini tidak hanya melibatkan pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah yang memiliki otoritas atas penggunaan lahan.
Selain itu, keberlanjutan pendidikan juga menjadi perhatian besar. Dalam rapat tersebut, Dasco menyampaikan bahwa upaya pemulihan aktivitas belajar mengajar di sekolah akan segera dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Kerja Sama Lintas Instansi
Koordinasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan pemulihan bencana. Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah menteri dan gubernur yang berkomitmen untuk bekerja sama dalam penanganan bencana. Dengan kerja sama ini, diharapkan semua pihak dapat memberikan kontribusi maksimal untuk mempercepat pemulihan daerah yang terkena dampak bencana.
Beberapa isu penting seperti relokasi warga, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi juga dibahas secara mendalam. Tidak hanya itu, masalah desa yang hilang akibat bencana juga menjadi topik utama dalam diskusi.
Simulasi dan Evaluasi
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, simulasi dilakukan agar seluruh pihak terkait dapat memahami mekanisme dan tanggung jawab masing-masing. Simulasi ini juga bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam implementasi program.
Selain itu, evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai progres dan menyesuaikan strategi jika diperlukan. Hal ini sangat penting dalam memastikan bahwa semua kebijakan dan program yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kesiapan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memainkan peran vital dalam proses pemulihan. Mereka bertanggung jawab atas pengelolaan lahan, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan pelaksanaan program. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan data akurat tentang kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Data ini akan menjadi dasar dalam merancang program pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan nyata.
Tantangan dan Harapan
Meski banyak langkah yang telah diambil, tantangan tetap ada dalam proses pemulihan. Mulai dari keterbatasan sumber daya hingga kompleksitas administrasi. Namun, dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan semua tantangan ini dapat diatasi.
Harapan besar ditempatkan pada keberhasilan program pemulihan bencana di Aceh. Semoga semua upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mempercepat proses pemulihan daerah yang terkena dampak bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar