
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari penebangan pohon secara sembarangan saat melakukan peninjauan di lokasi terdampak banjir Sumatera di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat 12 Desember 2025.
Kita sekarang harus waspada, hati-hati. Kita harus menjaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga, kita tidak boleh tebang pohon sembarangan, ujar Prabowo saat berada di posko pengungsian jembatan Aceh Tamiang.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk lebih waspada dan mengawasi lingkungan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, ia menyampaikan harapan agar anak-anak yang terdampak bisa tetap tabah dan segera kembali ke sekolah.
Prabowo menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan semua sumber daya untuk membantu masyarakat. Ia juga meminta maaf jika masih ada hal-hal yang belum diperbaiki atau dipulihkan, seperti pasokan listrik atau jembatan. Ia mengakui bahwa kondisi di lapangan memang sangat sulit.
Kita berusaha. Kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama. Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal, tambahnya.
Sementara itu, warga di wilayah tersebut mengungkapkan kesulitan mereka dalam mengakses wilayah lain setelah Jembatan Lubuk Sidup di Aceh Tamiang rusak. Pada Rabu, 10 Desember 2025, warga harus membayar Rp 10 ribu untuk menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu.
Yuni, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa warga sekitar memanfaatkan kerusakan jembatan untuk mencari penghasilan tambahan. Setiap kali menyeberang, biaya yang dikeluarkan adalah Rp 10 ribu. Meski perjalanan hanya memakan waktu kurang dari lima menit, Yuni mengaku tidak mempermasalahkan biaya tersebut.
Mau gimana lagi, di sana pun masih banyak desa dan warga, ujarnya sambil menunjuk ke seberang sungai.
Jembatan Lubuk Sidup ambruk akibat banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu, 26 November 2025. Jembatan baja sepanjang 200 hingga 250 meter ini menghubungkan Desa Lubuk Sidup dengan Desa Aras Sembilan, serta menjadi salah satu infrastruktur vital di kawasan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menerima laporan dari Datok Penghulu Lubuk Sidup Ibrahim tentang terputusnya akses darat antara beberapa desa akibat kerusakan jembatan.
Padahal masih ada banyak warga kampung, ada dua desa lagi di sana yang sulit untuk dijangkau ketika belum terhubung, kata Agus di lokasi Jembatan Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, pada Rabu, 10 Desember 2025.
AHY menjelaskan bahwa jembatan rangka baja tersebut tidak hanya menghubungkan dua desa atau kecamatan, tetapi juga menjadi jalur penghubung antara dua kabupaten, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Terputusnya Jembatan Lubuk Sidup juga menyebabkan gangguan dalam pendistribusian bantuan logistik maupun air bersih. Saya sudah minta tadi kepada Kepala Balai (Kementerian Pekerjaan Umum) agar segera mendorong alat-alat beratnya untuk membersihkan dan membuka kembali akses tersebut, ujar Agus.
Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar