
Langkah Presiden Prabowo dalam Menertibkan Pembalakan Liar
Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, menyatakan komitmennya untuk menertibkan semua kegiatan pembalakan liar. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera. Dalam pernyataannya di Langkat, Sumatera Utara, pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai upaya penertiban tersebut.
"Justru saya mau tertibkan semua itu, ya. Pembalakan liar akan kami tertibkan. Sudah kami mulai tertibkan. Kami rencanakan dengan baik semuanya," ujarnya.
Penyelidikan Terhadap Kasus Pembalakan Liar
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan pembalakan liar yang diduga menjadi penyebab bencana banjir di Sumatera. Dugaan ini muncul setelah banyak kayu gelondongan berukuran besar ditemukan tersapu arus banjir.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa tim penyidik telah diterjunkan ke lokasi-lokasi tempat penemuan kayu gelondongan tersebut. "Ada potensi-potensi yang harus kami tindaklanjuti karena ada dugaan-dugaan pelanggaran," ujarnya pada Kamis, 4 Desember 2025.
Kondisi Kayu Gelondongan yang Ditemukan
Menurut Kapolri, kayu gelondongan yang ditemukan pasca-banjir dalam kondisi terpotong rapi. Hasil pengecekan lapangan tersebut akan diselidiki lebih lanjut untuk memastikan asal muasalnya. "Akan kami dalami," ucap Listyo kepada wartawan.
Ia juga menyampaikan dugaan adanya pelanggaran di balik peristiwa banjir Sumatera. "Adanya temuan-temuan kayu yang diduga ada kaitannya dengan pelanggaran," ujar Listyo.
Hubungan dengan Kerusakan Lingkungan
Gelondongan kayu tersebut diduga berasal dari aktivitas yang ikut andil dalam kerusakan lingkungan yang menjadi penyebab bencana. Meski begitu, Listyo tidak menjelaskan lebih lanjut dugaan pelanggaran apa yang dimaksudkan.
Identifikasi Perusahaan yang Diduga Terlibat
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi dua puluh perusahaan yang diduga ikut andil dalam bencana. "Identifikasi subjek-subjek hukum yang mungkin terlibat sudah dilakukan," kata Raja Juli.
Raja Juli tidak merincikan lebih lanjut nama-nama perusahaan tersebut. Hanya saja dia memastikan, hingga saat ini belasan perusahaan tersebut masih belum diperiksa. "Belum sampai pada tahap pemeriksaan," tutur politikus PSI itu.
Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam tulisan ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar