Prabowo Pernah Saksikan Siswa Nakal, DPR RI Akan Latih Orang Tua

Kritik Prabowo terhadap Perilaku Anak dan Respons DPR RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perilaku generasi muda saat ini, khususnya anak-anak yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada guru. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa banyak siswa yang tidak sopan dan kurang ajar terhadap guru, termasuk dalam lingkungan sekolah di bawah Kementerian Pertahanan.

Prabowo membagikan pengalamannya tentang seorang siswa yang bertingkah tidak sopan kepada guru. Ia menjelaskan bahwa siswa tersebut adalah anak dari seorang jenderal. Kejadian ini terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ia menyebut bahwa kepala sekolah memberhentikan siswa tersebut karena tindakan tidak sopannya, namun situasi menjadi lebih rumit ketika diketahui bahwa siswa itu adalah anak dari seorang jenderal.

Tanggapan DPR RI atas Kritik Prabowo

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menanggapi kritik Presiden Prabowo dengan menekankan pentingnya pembinaan yang kuat di rumah dan sekolah. Menurutnya, jika anak melawan guru atau bersikap tidak sopan, hal itu menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat pembinaan. Ia menyoroti bahwa banyak orang tua cenderung langsung memprotes tanpa mengetahui penyebabnya.

Lalu menegaskan bahwa dukungan dari orang tua sangat penting dalam pendidikan karakter. Ia menyarankan agar guru dan orang tua bekerja sama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan penuh rasa hormat.

Guru Harus Bersikap Tegas

Menurut Lalu, pesan Presiden Prabowo agar guru bersikap tegas terhadap siswa yang kurang ajar merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan dan kerja sama antara sekolah dan keluarga. Ia menekankan bahwa ketegasan guru harus dilakukan secara proporsional dan sesuai aturan.

Ia mengingatkan bahwa guru memiliki mandat moral dan profesional untuk mendisiplinkan siswa, tetapi bukan dengan cara kekerasan. Teguran dan sanksi diberikan secara proporsional dan mendidik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aturan Pendidikan yang Jelas

Lalu merujuk pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Aturan ini secara jelas membedakan disiplin edukatif dengan tindakan kekerasan. Ia menekankan bahwa guru tetap dapat memberikan sanksi, teguran, atau tindakan pedagogis selama dilakukan secara proporsional dan sesuai aturan.

Pengalaman Pribadi Prabowo

Dalam pidatonya di hadapan para guru dalam Puncak Hari Guru Nasional 2025, Prabowo menyampaikan bahwa guru sering kali harus bersikap keras dan tegas terhadap siswa. Ia mengungkapkan bahwa beberapa siswa memang nakal dan perlu ditertibkan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Prabowo juga berbagi pengalaman pribadinya saat masih kecil, di mana ia termasuk murid yang nakal. Namun, ia menyadari bahwa jika tidak dididik keras dan tegas oleh guru-gurunya, ia mungkin tidak bisa menjadi presiden saat ini.

Permintaan kepada Orang Tua

Prabowo meminta orang tua untuk sedikit melakukan refleksi jika anak mereka dimarahi oleh guru. Ia menegaskan bahwa jika guru bersikap keras, bisa saja karena anak tersebut memang nakal. Ia menekankan bahwa jika anak nakal terus dibiarkan, maka mereka sulit menjadi orang yang baik.

Ia juga menyebut fenomena murid yang kurang terbuka dengan guru, seperti bergaul seperti jagoan, membanting pintu, dan lain sebagainya. Ia mengingatkan bahwa anak dari keluarga petinggi seharusnya bisa bertindak dengan lebih sopan dan baik.

Persoalan dengan Kepala Sekolah

Prabowo menceritakan bagaimana ia pernah melihat ada siswa yang tidak sopan dengan guru di sekolah bawah Kementerian Pertahanan. Ia menyebut bahwa kepala sekolah memberhentikan siswa tersebut, namun situasi menjadi lebih rumit karena siswa itu adalah anak dari seorang jenderal. Ia mengatakan bahwa kepala sekolah kemudian teleponnya dan meminta agar tidak ragu-ragu dalam menangani kasus tersebut.

Pemimpin Partai Gerindra Mengingatkan Mendikdasmen

Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai bahwa ketika ada anak dari keluarga petinggi, mereka seharusnya bisa bertindak dengan lebih sopan dan baik. Ia meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk tidak bertindak ragu dalam melindungi guru-guru di Indonesia.

Prabowo menekankan bahwa guru adalah masa depan Indonesia, dan semua anak Indonesia harus belajar untuk mencintai orang tua dan menghormati guru.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan