Pratu Farkhan Diduga Tewas Dianiaya Senior, Kadispenad: Kasus Masih Diselidiki

JAKARTA, nurulamin.pro - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa kasus dugaan kekerasan yang berujung pada kematian Pratu Farkhan Sauqi Marpaung masih dalam proses penyelidikan. Hal ini disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima oleh pihak terkait.

“Sejak awal kejadian, TNI AD langsung mengambil langkah cepat dan tegas. Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait,” ujar Brigjen Donny.

“Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan.”

Di samping itu, Brigjen Donny menegaskan bahwa TNI AD tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit. Ia menekankan bahwa jika dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, kata Brigjen Donny, perhatian juga diberikan kepada keluarga almarhum serta pembinaan terhadap prajurit di satuan, agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab, demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” ujarnya.

Pratu Farkhan Sauqi Marpaung adalah anggota TNI AD yang bertugas di perbatasan Papua dan Papua Nugini. Ia diduga mengalami kekerasan dan penganiayaan oleh seniornya atau Kopda Fitrah saat bertugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Intan Jaya, Papua Tengah.

Brigjen Donny mewakili institusi menyampaikan dukacita kepada keluarga dari Pratu Farkhan Sauqi Marpaung.

“Pertama-tama, TNI Angkatan Darat menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Sauqi Marpaung. Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan, dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” ucap Kadispenad.

Proses Penyelidikan yang Dilakukan

TNI AD telah mengambil beberapa langkah penting dalam menangani kasus ini. Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan:

  • Penyelidikan menyeluruh: Komando terkait telah melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan fakta-fakta yang ada.
  • Penahanan oknum prajurit: Ada indikasi keterlibatan oknum prajurit senior, sehingga yang bersangkutan telah diamanahkan untuk menjalani proses hukum.
  • Pemantauan terhadap keluarga: Keluarga almarhum diberikan perhatian khusus, termasuk bantuan psikologis dan dukungan emosional.

Langkah-Langkah Pencegahan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, TNI AD telah merancang beberapa langkah pencegahan, antara lain:

  • Pembinaan prajurit: Pelatihan dan pembinaan terhadap prajurit di tingkat satuan dilakukan secara berkala.
  • Peningkatan kesadaran hukum: Prajurit diajarkan tentang aturan dan hukum militer agar lebih memahami konsekuensi dari tindakan mereka.
  • Sistem pengawasan: Sistem pengawasan internal diperketat untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang terlewat.

Tanggapan Masyarakat

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari masyarakat luas, terutama dari kalangan aktivis hak asasi manusia dan organisasi sosial. Beberapa pihak mengecam tindakan kekerasan yang terjadi dan menuntut transparansi dalam proses penyelidikan.

  • Dukungan untuk keluarga: Banyak warga memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum.
  • Tuntutan transparansi: Masyarakat meminta TNI AD menjelaskan proses penyelidikan secara terbuka.
  • Ekspektasi hukuman tegas: Sebagian besar masyarakat berharap pelaku kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Peran Media dan Informasi

Media berperan penting dalam menyebarkan informasi terkait kasus ini. Namun, media juga harus berhati-hati dalam menyajikan informasi agar tidak menimbulkan misinformasi atau hoaks.

  • Pemantauan informasi: Media diimbau untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
  • Kolaborasi dengan lembaga resmi: Media dapat bekerja sama dengan lembaga resmi seperti TNI AD untuk mendapatkan informasi yang akurat.
  • Hindari spekulasi: Media diminta untuk tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Kesimpulan

Peristiwa kematian Pratu Farkhan Sauqi Marpaung menjadi perhatian serius bagi TNI AD. Proses penyelidikan sedang berlangsung, dan TNI AD berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara profesional dan transparan. Selain itu, langkah-langkah pencegahan telah diambil untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan