
Pertandingan Krusial di Stamford Bridge
Stamford Bridge kembali menjadi panggung penting bagi Chelsea yang sedang berusaha bangkit dari hasil yang mengecewakan. Pada Sabtu malam, The Blues akan menjamu Everton yang sedang dalam performa yang sangat baik dan menjadi salah satu kuda hitam dalam kompetisi Premier League musim ini.
Pertemuan terakhir antara kedua tim pada April lalu dimenangkan oleh Chelsea melalui gol tunggal Nicolas Jackson, namun situasi kedua tim sekarang sudah jauh berbeda.
Performa Chelsea yang Tersendat
Chelsea sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan mengalahkan Barcelona 3-0 di Liga Champions, serta bertarung dengan 10 pemain untuk menahan imbang Arsenal 1-1. Namun memasuki bulan Desember, performa The Blues kembali melempem.
Kekalahan 1-3 dari Leeds dan hasil imbang 0-0 melawan Bournemouth membuat mereka merosot ke peringkat lima klasemen. Jarak terhadap Arsenal di puncak melebar menjadi delapan poin, dan selisih menuju posisi empat besar hanya tersisa satu angkasituasi yang semakin memperberat tekanan bagi skuat asuhan Enzo Maresca.
Di Liga Champions, nasib Chelsea juga belum aman. Kekalahan 1-2 dari Atalanta di Bergamo membuat mereka tertahan di posisi ke-11 dalam fase grup, dua poin di luar zona delapan besar. Dengan dua laga tersisa, jalan menuju 16 besar tidak boleh lagi dipenuhi kesalahan.
Salah satu catatan paling mengkhawatirkan bagi Chelsea musim ini adalah kebiasaan membuang keunggulan saat bermain di Stamford Bridge. Total delapan poin hilang dari posisi memimpinlebih banyak daripada musim lalu. Ketidakmampuan menjaga intensitas dan konsentrasi menjadi masalah yang tak boleh terulang ketika menghadapi Everton yang tengah bergairah.
Namun ada modal historis yang tidak bisa diabaikan. Chelsea tidak pernah kalah dalam 30 laga kandang terakhir di Liga Inggris melawan Everton. Ini adalah rekor kandang terpanjang mereka terhadap satu klub sepanjang sejarah liga. Bagi Everton, hanya Leeds yang lebih "angker" daripada Stamford Bridge.
Kebangkitan Everton di Bawah Moyes
Di kubu tamu, Everton justru sedang menikmati kebangkitan yang hampir tak disangka. Sejak David Moyes kembali menukangi klub pada Januari, The Toffees menjadi salah satu tim paling efisien dalam menjaga gawang tetap bersih.
Dalam periode tersebut, hanya Arsenal, Manchester City, dan Chelsea yang mencatat kemenangan tanpa kebobolan lebih banyak dari Everton. Empat kemenangan dari lima laga liga terakhirsemuanya tanpa kebobolanmembuat Everton merangkak naik ke posisi tujuh klasemen. Mereka kini hanya dua poin di belakang empat besar, dan sudah unggul 11 poin atas zona degradasi.
Kemenangan telak 3-0 atas Nottingham Forest pekan lalu semakin meningkatkan keyakinan bahwa musim ini bisa menjadi titik balik menuju Eropa, sesuatu yang sudah hampir satu dekade hilang dari Goodison Park.
Everton datang ke Stamford Bridge dengan misi sejarah: mencoba menang tandang ketiga beruntun tanpa kebobolan, sesuatu yang terakhir mereka lakukan pada Desember 2008. Namun satu hal menjadi bayangan besar: mereka tidak pernah menang di markas Chelsea sejak November 1994. Moyes sendiri juga tidak pernah memetik kemenangan dalam 20 kunjungan Premier League ke stadion ini.
Meski demikian, Everton tetap berada dalam kondisi psikologis lebih stabil dibanding tuan rumah. Mereka bermain disiplin, kompak, dan efisientiga hal yang justru sering hilang dari permainan Chelsea musim ini.
Kondisi Terkini Tim
Chelsea
Maresca kembali kehilangan Moises Caicedo yang menjalani laga terakhir dari skors tiga pertandingan. Liam Delap, Levi Colwill, Romeo Lavia, Dario Essugo, dan Mykhaylo Mudryk semuanya absen karena cedera atau suspensi doping. Kabar baik datang dari Wesley Fofana yang mengalami cedera mata aneh saat melawan Atalanta, tetapi diperkirakan bisa tampil. Cole Palmer kembali menjadi pusat kreativitas di lini tengah setelah diistirahatkan. Reece James, meski tampil penuh di midweek, kemungkinan akan dicadangkan untuk menjaga kebugaran.
Everton
Daftar cedera masih mencakup Seamus Coleman dan Jarrad Branthwaite yang masih bermasalah dengan paha, serta Merlin Rohl yang menjalani pemulihan hernia. Kabar positif datang dari Thierno Barry yang meski mengalami cedera bahu ringan, diyakini siap turun lagi. Idrissa Gueye dan Tim Iroegbunam kembali dari skorsing. Gueye hampir pasti mengisi poros tengah bersama James Garner. Dewsbury-Hallyang kini menjadi top skor tim dengan empat goldiprediksi bermain lebih maju, mendukung Thierno Barry di lini depan.
Perkiraan Susunan Pemain
Chelsea (4-2-3-1) Sanchez; Gusto, Chalobah, Fofana, Cucurella; Santos, Fernandez; Estevao, Palmer, Garnacho; Pedro
Everton (4-2-3-1) Pickford; O'Brien, Keane, Tarkowski, Mykolenko; Garner, Gueye; Ndiaye, Dewsbury-Hall, Grealish; Barry
Prediksi Pertandingan
Chelsea datang dengan performa naik turun, sedangkan Everton tampil sangat solid di bawah Moyes. Pertanyaannya: bisakah Chelsea keluar dari tekanan dan melanjutkan dominasi historis mereka di Stamford Bridge?
The Blues kemungkinan lebih agresif di awal laga untuk menghindari kejutan. Namun Everton punya kedisiplinan bertahan dan efektivitas transisi yang bisa menyulitkan, terutama jika Chelsea kembali kehilangan fokus setelah unggul.
Jika Chelsea tampil di bawah standar, Everton bisa mencuri poin. Namun jika Cole Palmer mampu mengendalikan tempo dan lini belakang The Blues tampil rapi, tuan rumah tetap punya peluang lebih besar.
Prediksi skor: Chelsea 2 1 Everton
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar