
Torino Menghadapi Cagliari dengan Semangat yang Kembali Tumbuh
Torino sedang melihat laga penutup tahun 2025 dengan semangat yang kembali tumbuh. Di Stadion Olimpico Grande Torino, Sabtu sore, Il Toro berharap bisa meraih kemenangan ketiga secara berurutan, sesuatu yang jarang terjadi sepanjang musim ini. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi Torino untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen Serie A.
Di sisi lain, Cagliari datang dengan beban berat. Hanya satu kemenangan dari 12 laga terakhir Serie A membuat tim asal Sardinia itu terus berkutat di papan bawah, dengan jurang degradasi yang semakin menganga.
Analisis Torino: Momentum Mulai Terbangun
Setelah mengalami periode sulit yang panjang, Torino akhirnya menemukan kembali rasa menang. Kemenangan atas Cremonese mengakhiri enam laga tanpa kemenangan, sebelum dilanjutkan dengan hasil positif di kandang Sassuolo pekan lalu. Gol tunggal Nikola Vlasic memastikan tiga poin berharga, sekaligus menandai kebangkitan sang playmaker yang kini mencetak gol dalam tiga laga beruntun.
Meski masih tertahan di peringkat 13, jarak Torino ke papan tengah kini semakin tipis. Hanya satu poin memisahkan mereka dari Sassuolo di posisi ke-10, membuat laga kontra Cagliari menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki posisi sebelum pergantian tahun.
Di bawah arahan Marco Baroni, Torino tampil unik. Mereka sudah kebobolan 26 gol, namun juga mencatat tujuh clean sheet—terbanyak di antara tim-tim paruh bawah klasemen. Inkonsistensi ini membuat Torino sulit ditebak, tapi juga berbahaya ketika ritme permainan mereka sedang naik.
Rekor kandang pun memihak Granata. Musim lalu, Torino menundukkan Cagliari 2-0 di stadion yang sama, dengan Che Adams mencetak dua gol. Kenangan itu bisa menjadi suntikan mental tambahan.
Analisis Cagliari: Bertahan Hidup Jadi Prioritas
Situasi Cagliari jauh dari ideal. Kemenangan mengejutkan atas AS Roma menjadi satu-satunya titik terang dalam 12 pertandingan terakhir mereka. Selebihnya, Rossoblu terus tersandung, baik karena lemahnya pertahanan maupun minimnya konsistensi permainan.
Hasil imbang 2-2 kontra Pisa pekan lalu mencerminkan masalah klasik Cagliari: sulit menjaga keunggulan. Meski sempat bangkit lewat gol Michael Folorunsho dan Semih Kilicsoy, mereka gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Fabio Pisacane kini harus fokus pada satu target realistis: bertahan di Serie A. Menjelang 2026, Cagliari masih duduk di peringkat 15, dan perjalanan tandang ke Turin jelas bukan skenario yang ideal, mengingat mereka belum meraih kemenangan tandang sejak September.
Kondisi Tim dan Pemain Absen
Torino hanya kehilangan dua pemain bertahan, Saul Coco dan Adam Masina, yang tengah memperkuat negaranya di Piala Afrika. Selain itu, skuad Baroni relatif lengkap, kecuali Perr Schuurs yang masih absen panjang. Konsistensi susunan pemain kemungkinan tetap dipertahankan.
Dilema justru muncul di lini depan. Che Adams dan Duvan Zapata tampil cukup solid, namun Giovanni Simeone kini sudah pulih dan siap menantang posisi starter.
Cagliari menghadapi situasi sebaliknya. Andrea Belotti, Mattia Felici, dan Folorunsho absen, sementara Zito Luvumbo juga tidak tersedia karena tugas internasional. Kabar baiknya, Gennaro Borrelli sudah pulih dan berpeluang kembali menjadi ujung tombak utama.
Perkiraan Susunan Pemain
Torino (3-5-2): Paleari; Tameze, Maripan, Ismajli; Pedersen, Gineitis, Asllani, Vlasic, Lazaro; Adams, Zapata
Cagliari (3-5-2): Caprile; Zappa, Mina, Luperto; Palestra, Adopo, Deiola, Prati, Obert; Esposito, Borrelli
Prediksi Skor Akhir
Dengan momentum positif, kedalaman skuad yang lebih baik, serta dukungan publik sendiri, Torino berada di posisi lebih diuntungkan. Cagliari kemungkinan akan bermain bertahan dan menunggu celah, namun tekanan Granata diprediksi cukup untuk memecah kebuntuan.
Prediksi: Torino 2-0 Cagliari
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar