Jakarta, IDN Times - Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, dijadwalkan melakukan kunjungan ke China atas undangan Presiden Xi Jinping. Menurut juru bicara kantor kepresidenan Korsel, Kang Yu-jung, Lee akan berada selama empat hari di sana untuk mengadakan pembicaraan bilateral.
"Lee akan mengunjungi Beijing dari tanggal 4-6 Januari untuk pertemuan puncak dan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan dengan Xi. Kemudian, Lee akan mengunjungi Shanghai pada 6-7 Januari," kata Kang pada Selasa (30/12/2025), dikutip dari Korea Herald.
Kunjungan tersebut menyusul pertemuan puncak pertamanya dengan Xi pada 1 November 2025 di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang utara, di sela-sela Konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang diselenggarakan. Pertemuan tersebut juga menandai kunjungan kenegaraan pertama Xi ke Korsel dalam 11 tahun terakhir.
1. Bahas kerja sama keamanan untuk stabilitas di Asia Timur Laut
Kang juga mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan tersebut akan memperkuat momentum untuk memulihkan kemitraan kerja sama strategis yang dibentuk pada 2008. Diharapkan, para pemimpin membahas upaya untuk menghidupkan kembali pertukaran bilateral dalam hal kerja sama rantai pasokan, investasi, ekonomi digital, dan kerja sama lingkungan.
"Kedua negara juga akan membahas langkah-langkah untuk memerangi kejahatan transnasional yang meluas ke Asia Timur," ungkapnya.
Nantinya, Presiden Lee akan bertemu dengan warga Korea di luar negeri yang berada di China, serta tokoh-tokoh penting di negara itu. Di Shanghai, Lee akan singgah untuk menghormati warisan para pejuang kemerdekaan Korea. Shanghai merupakan rumah bagi situs-situs bersejarah pemerintahan sementara Korea yang dibentuk, guna melawan penjajahan Jepang di Korea (1910-1945). Tahun 2026 menandai peringatan 150 tahun kelahiran pejuang kemerdekaan Kim Koo. Ia adalah mantan perdana menteri pemerintahan sementara.
Dalam perjalanannya ke China, Lee juga akan ditemani para pemimpin bisnis dari Korsel. Namun, kantor kepresidenan tidak menyebutkan nama perusahaan-perusahaan tersebut.
2. Apakah akan membahas isu pencabutan larangan terhadap konten budaya Korea di China?
Dilansir Korea Times, perhatian juga terfokus pada apakah pertemuan Lee-Xi dapat meletakkan dasar bagi pelonggaran pembatasan Beijing terhadap peredaran konten budaya Korea di China. Sebelumnya, Beijing telah memberlakukan secara diam-diam pembatasan tersebut karena perselisihan antara kedua negara mengenai penempatan sistem 'Terminal High Altitude Area Defense' Amerika Serikat (AS) di Korsel pada 2016.
"Mengenai topik tersebut, sulit untuk berbicara secara detail tentang agenda pastinya. Sebab, beberapa hal masih dalam tahap koordinasi antara kedua negara," ungkapnya.
Kang menambahkan bahwa diskusi juga akan mencakup perluasan peluang kerja sama ekonomi dan membahas perkembangan regional dalam kerangka hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.
3. Isu Korut dan denuklirisasi diperkirakan menjadi agenda pembicaraan
Meskipun agenda spesifik belum sepenuhnya dirilis, The Chosun Daily melaporkan isu Korea Utara (Korut) kemungkinan besar akan dimasukkan dalam agenda pembicaraan.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada April 2026. Seoul berharap pertemuan tersebut akan memberikan kesempatan baginya untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong Un. Ini dengan harapan dapat menciptakan momentum untuk dialog dengan Pyongyang mengenai rencana perdamaian di Semenanjung Korea.
Akan tetapi, diskusi antar Seoul-Beijing mengenai isu-isu tersebut diperkirakan akan berlangsung secara tertutup. Ini mengingat pemimpin Korut yang telah menolak negosiasi denuklirisasi dan dialog antar-Korea.
China-Korsel Makin Mesra di Tengah Ketegangan Geopolitik Asia Timur RI-Korsel Perkuat Kerja Sama Lewat APEC Hadapi Perang Dagang Korsel Bakal Akhiri Skema Adopsi Anak Luar Negeri pada 2029


Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar