
Kritik Keras Pemerintah Kuba terhadap Aksi Militer Amerika Serikat terhadap Venezuela
Pemerintah Kuba mengeluarkan pernyataan tajam terkait apa yang mereka anggap sebagai aksi agresi dan terorisme negara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Kuba, Miguel Mario Diaz Canel, yang menyoroti kembali pidato bersejarah dari Pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro Ruz, lebih dari dua dekade lalu.
Dalam unggahan di media sosial, Fidel Castro dikutip menyampaikan peringatan tentang bahaya imperialisme global yang dilakukan oleh kekuatan adidaya. Ia menilai bahwa keputusan politik dan militer negara-negara besar sering kali tidak dapat diprediksi dan dilakukan tanpa pertanggungjawaban internasional.
“Tidak pernah sebelumnya seluruh bangsa di dunia berada di bawah kehendak sekelompok orang yang memimpin sebuah negara adidaya dengan kekuatan yang tampaknya tak terbatas,” demikian kutipan pidato Fidel Castro yang kembali diangkat dalam pernyataan tersebut.
Menurut Miguel Mario Diaz Canel, peringatan tersebut dinilai relevan dengan situasi saat ini, yang dianggap sebagai serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya dugaan penangkapan secara paksa terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores.
Kuba menilai tindakan tersebut sebagai bentuk terorisme negara, pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela, serta ancaman terhadap stabilitas kawasan Amerika Latin yang selama ini dideklarasikan sebagai zona damai. “Ini bukan halaman belakang siapa pun. Kuba tidak mengakui Doktrin Monroe dan menolak segala bentuk dominasi imperial,” demikian pernyataan keras yang dimuat dalam unggahan tersebut.
Lebih lanjut, Presiden Kuba menyebut agresi militer terhadap Venezuela sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, mengingat Venezuela diklaim sebagai negara berdaulat yang tidak melakukan ancaman terhadap Amerika Serikat. Dugaan penangkapan terhadap kepala negara yang dipilih secara sah oleh rakyatnya disebut sebagai tindakan kriminal internasional.
Dalam narasi yang sama, ia juga membandingkan dugaan tindakan tersebut dengan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza, seraya menyerukan agar masyarakat internasional tidak diam terhadap apa yang disebut sebagai praktik terorisme negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Venezuela terkait klaim yang disampaikan dalam unggahan tersebut. Sesuai prinsip keberimbangan dan praduga tak bersalah, informasi ini masih memerlukan konfirmasi dari berbagai pihak terkait.
Penjelasan dan Konteks Terkini
- Peran Fidel Castro dalam Pernyataan Kuba: Pernyataan Presiden Kuba mencerminkan pengaruh ideologi Fidel Castro terhadap pandangan pemerintah Kuba saat ini.
- Kontroversi Terkait Penangkapan Maduro: Klaim penangkapan presiden Venezuela menjadi isu sensitif yang memicu reaksi dari pihak Kuba.
- Doktrin Monroe dan Dominasi Imperial: Kuba menolak konsep dominasi asing yang diwujudkan melalui Doktrin Monroe, yang sering digunakan untuk mendukung intervensi Amerika Serikat di Amerika Latin.
- Pembandingan dengan Kejahatan Kemanusiaan: Kuba mengaitkan tindakan yang diduga dilakukan Amerika Serikat dengan kejahatan kemanusiaan di wilayah lain, seperti Jalur Gaza.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar