Presiden Pastikan Dana Pengungsian Korban Banjir Siap Disalurkan

Presiden Prabowo Pastikan Anggaran untuk Hunian Korban Banjir

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatera dan Aceh. Meskipun demikian, proses pembangunan tersebut masih membutuhkan waktu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden saat melakukan kunjungan ke posko pengungsian di Masjid Besar Al Abrar Takengon, Aceh Tengah, pada Jumat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar masyarakat terdampak dapat bersabar dalam menunggu penyelesaian proyek tersebut.

Nanti akan ada hunian sementara dan hunian tetap yang sudah kita rencanakan. Sudah kita alokasikan anggarannya, tapi butuh waktu, ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta.

Presiden juga meminta kepada masyarakat terdampak untuk lebih sabar dan percaya bahwa pemerintah sedang bekerja keras dalam membantu mereka melewati musibah ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan bantuan secepat mungkin.

Kami mohon kesabaran, saya tidak bisa mengerjakan begitu cepat. Kita sudah bekerja sebaik-baiknya. Saya minta ketabahan dan kesabaran semuanya. Pasti kita akan bantu, tenang saja, ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto tampak memeluk anak-anak korban banjir saat mengunjungi posko pengungsian di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat (12/12/2025). Foto ini diambil oleh ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan informasi bahwa pemerintah akan membangun 2.000 rumah bagi para penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pembangunan tersebut akan didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Saya sampaikan nanti CSR sudah ada yang berkomitmen untuk membantu membangun 2.000 rumah untuk korban saudara-saudara kita di Sumatera, ujar Maruarar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/12).

Menurutnya, bantuan CSR untuk pembangunan 2.000 rumah tersebut merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut sudah diperoleh dari berbagai pihak.

Ini adalah bentuk gotong royong, jadi saya sudah mendapatkan komitmen 2.000 rumah yang siap untuk dibantu kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah di Sumatera, katanya.

Proses Pembangunan Hunian Korban Banjir

Pembangunan hunian sementara dan tetap bagi korban banjir merupakan langkah penting dalam upaya pemulihan pasca-bencana. Proses ini tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta partisipasi masyarakat setempat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan ini antara lain:

  • Perencanaan yang matang: Memastikan lokasi hunian sesuai dengan kebutuhan korban dan meminimalkan risiko bencana lanjutan.
  • Partisipasi masyarakat: Melibatkan korban dalam proses perencanaan dan pembangunan agar mereka merasa memiliki dan nyaman tinggal di hunian tersebut.
  • Ketersediaan anggaran: Pemenuhan anggaran yang cukup untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan sesuai jadwal.
  • Koordinasi lintas sektor: Melibatkan berbagai pihak seperti dinas perumahan, BPBD, dan lembaga donor untuk memastikan keberlanjutan program.

Selain itu, penggunaan dana CSR juga menjadi salah satu alternatif pendanaan yang sangat penting. Banyak perusahaan swasta yang berkomitmen untuk membantu masyarakat terdampak bencana melalui program tanggung jawab sosial mereka.

Kesimpulan

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan Maruarar Sirait telah menegaskan komitmen pemerintah dalam membantu korban banjir dengan menyediakan hunian sementara dan tetap. Proses pembangunan ini membutuhkan waktu dan kerja sama dari berbagai pihak. Dengan adanya dukungan dari CSR, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan