
Presiden Venezuela Dilaporkan Ditangkap dalam Operasi Militer AS
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dilapkan ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer rahasia. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, menurut laporan yang beredar. Informasi ini disampaikan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, melalui platform Truth Social, setelah beberapa bulan ketegangan antara Washington dan Caracas meningkat.
Trump mengumumkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, yang dilakukan bersama aparat penegak hukum AS. Laporan awal menyebutkan adanya ledakan dan aktivitas pesawat tempur di Caracas, serta serangan udara terhadap instalasi militer di ibu kota dan negara bagian sekitar seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pasukan elite Delta Force disebut terlibat dalam penggerebekan yang bertujuan menangkap Maduro.
Menurut Trump, Maduro telah "dievakuasi keluar dari negara tersebut", meski tidak merinci lokasi maupun status hukumnya. Tidak ada laporan korban dari pihak AS, sementara jumlah korban di pihak Venezuela masih belum diketahui. Penangkapan ini diduga berkaitan dengan dakwaan narco-terorisme dan perdagangan narkoba terhadap Maduro, yang diajukan pengadilan federal AS pada 2020.
Pemerintah AS menuding Maduro terlibat dalam jaringan narkotika internasional, sebuah tuduhan yang selama ini dibantah keras oleh Caracas. Meskipun secara terbuka menantang tekanan AS, laporan media menyebut bahwa Maduro telah lama mengantisipasi kemungkinan serangan. Ia disebut kerap berpindah tempat tinggal, mengganti alat komunikasi, serta memperketat pengamanan dengan bantuan intelijen Kuba.
Bahkan, menjelang serangan, Maduro dilaporkan sempat mencoba membuka jalur komunikasi dengan Washington terkait kerja sama pemberantasan narkoba.
Ketegangan Venezuela Kian Memuncak
Hubungan antara AS dan Venezuela memang terus memburuk sejak era pertama Trump. AS menjatuhkan sanksi ekonomi berat, menolak legitimasi pemilu Maduro, serta meningkatkan tekanan militer dengan dalih perang melawan narkoba. Sejak September lalu, AS telah melancarkan puluhan serangan udara terhadap kapal yang dituding terkait perdagangan narkoba, dengan lebih dari 100 orang dilaporkan tewas.
Penangkapan Maduro terjadi setelah pengerahan besar-besaran militer AS di kawasan Karibia, termasuk kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga secara terbuka mengancam akan menyerang target di daratan Venezuela.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan Maduro. Situasi ini memicu kekhawatiran global akan dampak politik dan keamanan di kawasan Amerika Latin.
Faktor-Faktor yang Memicu Ketegangan
- Sanksi Ekonomi: Pemerintah AS memberlakukan sanksi ekonomi berat terhadap Venezuela, yang memengaruhi stabilitas ekonomi negara tersebut.
- Perang Narkoba: AS meningkatkan tekanan militer dengan dalih perang melawan narkoba, termasuk serangan udara terhadap kapal-kapal yang dituding terkait perdagangan narkoba.
- Kekuatan Militer: AS melakukan pengerahan besar-besaran militer di kawasan Karibia, termasuk kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford.
- Ancaman Militer: Trump secara terbuka mengancam akan menyerang target di daratan Venezuela, meningkatkan ketegangan antara kedua negara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar