Pria Terbesar Dunia yang Beratnya 600 kg Meninggal Akibat Infeksi Ginjal

Kehidupan Juan Pedro Franco yang Penuh Perjuangan dan Transformasi

Juan Pedro Franco adalah seorang pria asal Meksiko yang pernah menjadi sorotan dunia karena memiliki berat badan yang sangat luar biasa. Ia sempat memegang rekor sebagai manusia terberat di dunia dengan berat mencapai 590 kilogram (kg). Namun, kisah hidupnya berakhir secara tragis ketika ia meninggal pada usia 41 tahun akibat infeksi ginjal.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh dokter yang merawatnya, Jose Antonio Castaneda. Menurut informasi yang diberikan, kondisi Juan mengalami penurunan drastis dalam beberapa hari sebelum kematiannya. Ia meninggal di rumah sakit di negara bagian Aguascalientes, wilayah tengah Meksiko, pada 24 Desember 2025.

Berat Badan yang Mengubah Hidup

Nama Juan Pedro Franco mulai dikenal luas pada 2017 ketika ia dinobatkan sebagai pria terberat di dunia. Saat itu, berat badannya mendekati 600 kg, dan usianya baru 32 tahun. Kondisi fisiknya sangat terbatas, sehingga kebanyakan waktunya harus dihabiskan di tempat tidur. Untuk memindahkan tubuhnya saja, diperlukan bantuan delapan orang. Selain itu, ia juga tidak mampu pergi ke toilet tanpa pertolongan, sehingga harus menggunakan popok.

“Saya merasa tubuh saya berjalan tanpa kendali. Saya mencoba diet hari demi hari, tetapi tidak ada yang berhasil. Saya putus asa,” ujar Juan saat itu.

Namun, pada tahun yang sama, ia memutuskan untuk mengubah hidupnya. Dengan pengawasan ketat dari dokter Jose, ia menjalani program medis intensif untuk menurunkan berat badannya.

Perjuangan Menurunkan Berat Badan

Juan mulai menerapkan diet Mediterania yang ketat, dengan fokus pada konsumsi buah dan sayuran. Selain itu, ia juga menjalani dua operasi bariatrik, yaitu gastric sleeve dan gastric bypass, yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran lambung.

Perubahan pola makan dan tindakan medis tersebut membawa hasil signifikan. Juan berhasil kehilangan sekitar 49 persen dari berat badan awalnya. Penampilannya pun berubah drastis. Pada 2019, berat badannya telah berkurang hampir sepertiga. Dalam tiga tahun berikutnya, Juan berhasil menurunkan berat badan hingga 52 stone atau sekitar 330 kg. Pada 2023, berat badannya tercatat sekitar 41 stone atau kurang lebih 260 kg.

Dalam wawancara dengan Telemundo di Meksiko, Juan menggambarkan transformasinya sebagai pengalaman yang luar biasa. “Hanya bisa mengangkat tangan, bangun dari tempat tidur, mengambil segelas air, atau pergi ke toilet sendiri sudah terasa luar biasa,” ujarnya. “Rasanya fantastis bisa bergerak lebih bebas dan lebih mandiri,” tambahnya.

Riwayat Penyakit yang Kompleks

Saat pertama kali dirawat, Juan didiagnosis menderita diabetes tipe 2, gangguan tiroid, hipertensi, serta penumpukan cairan di paru-paru. Masalah berat badan sudah dialaminya sejak kecil. Pada usia enam tahun, berat badannya telah melampaui 63 kg. Cedera yang dialaminya saat remaja semakin memperburuk kondisi tersebut. Pada usia 17 tahun, berat badannya mencapai sekitar 230 kg.

Meski demikian, penurunan berat badan yang berhasil dicapai Juan membantunya mendapatkan kembali mobilitas serta menurunkan risiko komplikasi serius akibat diabetes dan tekanan darah tinggi. Pada 2020, Juan juga sempat selamat dari infeksi Covid-19, meskipun masuk dalam kelompok berisiko tinggi karena riwayat kesehatannya.

Pengingat tentang Obesitas

Jose menyebut kasus Juan sebagai kasus yang kompleks dan menantang. Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa obesitas adalah penyakit serius yang memerlukan empati, pemahaman ilmiah, serta perawatan medis yang terkoordinasi. Jose juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Juan.

Ia menyebut ketekunan, ketahanan, dan kejujuran Juan dalam membagikan kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang untuk menghadapi tantangan kesehatan mereka sendiri.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan