Primbon Jawa: Arti Kelahiran 17 Desember 2002 Berdasarkan Wuku dan Weton

Primbon Jawa: Arti Kelahiran 17 Desember 2002 Berdasarkan Wuku dan Weton

Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran 17 Desember 2002

Primbon Jawa adalah salah satu warisan budaya yang kaya akan makna dan nilai-nilai spiritual. Bagi masyarakat Jawa, terutama yang tinggal di Pulau Jawa, primbon menjadi pedoman dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Meskipun berupa ramalan, banyak orang percaya bahwa perhitungan wuku dan weton dapat memberikan petunjuk tentang kepribadian, nasib, serta jalan hidup seseorang.

Primbon Jawa sendiri merupakan kitab turun-temurun dari nenek moyang yang berorientasi pada hubungan manusia dengan alam semesta. Kitab ini menyimpan informasi tentang berbagai aspek kehidupan, seperti watak, pergaulan, harta, jodoh, serta kecocokan dalam pekerjaan. Bahkan, beberapa kitab primbon telah disimpan rapi oleh pemerintah Indonesia di Perpustakaan Nasional. Contohnya adalah Kitab Ta'bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, dan Lontarak Bola.

Informasi Umum tentang Kelahiran 17 Desember 2002

Tanggal lahir 17 Desember 2002 memiliki arti tertentu jika dilihat melalui hitungan wuku dan weton. Berikut data dasar mengenai tanggal tersebut:

  • Tanggal Masehi: 17 Desember 2002, Selasa Anggara
  • Tanggal Jawa: 12 Syawal 1935, Selasa Pahing
  • Tanggal Hijriah: 12 Syawal 1423

Watak Berdasarkan Weton

Weton adalah sistem perhitungan hari dalam kalender Jawa yang terdiri dari tiga komponen: Dina (hari), Pasaran (pasaran), dan Haståwårå (tanda). Berikut penjelasannya:

Dina: Selasa

Seseorang yang lahir pada hari Selasa cenderung pemarah dan pencemburu. Namun, mereka memiliki luas pergaulan dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Pasaran: Pahing

Orang yang lahir pada pasaran Pahing biasanya ingin memiliki barang dan selalu berusaha mendapatkan untung. Mereka suka menolong, mandiri, serta kuat dalam menghadapi kesulitan. Namun, mereka juga sering mengalami tipuan dan sulit menemukan kembali sesuatu yang hilang.

Haståwårå/Padewan: Sri

Memiliki sifat belas kasih dan mudah mendapatkan simpati dari orang lain.

Sadwårå: Uwas

Menunjukkan sifat takabur yang bisa membuatnya banyak dimusuhi.

Sångåwårå/Padangon: Nohan

Menggambarkan sifat yang selalu berubah, indah, dan mempesona. Mereka juga memiliki belas kasih yang besar.

Saptåwårå/Pancasuda: Satrya Wirang

Cenderung sering mendapat malu atau dipermalukan karena sikapnya yang tidak terlalu hati-hati.

Rakam: Dêmang Kadhuruwan

Sering menghadapi masalah dan suka membantah.

Paarasan: Aras Kêmbang

Memiliki daya tarik yang tinggi terhadap lawan jenis.

Watak Berdasarkan Wuku

Wuku adalah sistem perhitungan bulan dalam kalender Jawa. Setiap wuku memiliki makna dan pengaruh tersendiri. Berikut penjelasan mengenai wuku yang terkait dengan tanggal lahir 17 Desember 2002:

Dewa Bumi: Bethara Guritno

Pohon yang berkaitan dengan wuku ini adalah Rembuyut, yang baik penampilannya dan sering dicari. Burungnya adalah Emprit Tondhang, yang mandiri dalam penghasilan dan ucapannya baik.

Julung Pujud lengkawa

Menggambarkan sifat yang tidak pernah serius atau cenderung sembrono.

Aralnya: ditenung / disantet

Mengandung arti bahwa seseorang yang lahir pada wuku ini rentan terkena gangguan spiritual.

Sedekah / sesasji: Nasi tumpeng, lauk ayam merah, kuluban 9 macam

Merupakan bentuk persembahan yang biasa dilakukan saat ada acara penting.

Do'anya: qunut, slawatnya: 30 ketheng

Doa dan slawat yang digunakan dalam ritual tertentu.

Kala Jaya Bumi: barat laut menghadap tenggara

Menggambarkan arah yang harus dihindari saat wuku sedang berlangsung.

Wuku Jlg. pujud

Sesuai dengan nama wuku ini, seseorang yang lahir pada wuku Jlg. pujud memiliki nafsu besar. Wuku ini baik untuk mencari nafkah, memelihara hewan, atau menanam buah-buahan. Namun, tidak disarankan untuk merencanakan perjalanan jauh.

Kesimpulan

Ramalan Primbon Jawa untuk kelahiran 17 Desember 2002 menunjukkan karakteristik unik yang bisa menjadi referensi tambahan dalam memahami diri sendiri. Meski demikian, penting untuk tetap bijak dalam menyikapi ramalan ini. Sebagai informasi tambahan, Primbon Jawa masih menjadi bagian dari budaya yang kaya akan makna dan nilai-nilai tradisional.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan