
Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran 18 Desember 2002
Primbon Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang masih dipercaya hingga saat ini, terutama oleh masyarakat Jawa dan daerah sekitarnya. Primbon Jawa tidak hanya berisi ramalan tentang masa depan, tetapi juga menjelaskan karakter seseorang, hubungan sosial, keberuntungan dalam hidup, serta kesesuaian dalam pekerjaan. Berdasarkan hitungan wuku dan weton, setiap kelahiran memiliki makna dan arti tersendiri yang bisa menjadi panduan dalam menghadapi kehidupan.
Tanggal lahir 18 Desember 2002 memiliki perhitungan khusus dalam Primbon Jawa. Tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu Budha menurut kalender Masehi, sedangkan dalam kalender Jawa, tanggal tersebut adalah 13 Syawal 1935 dengan hari Rebo Pon. Dalam kalender Hijriah, tanggal tersebut juga sama yaitu 13 Syawal 1423. Dengan adanya perhitungan ini, maka dapat diketahui watak, sifat, dan nasib seseorang sesuai dengan primbon yang telah ditulis oleh nenek moyang.
Watak Berdasarkan Weton
Dalam Primbon Jawa, weton merujuk pada hari dan pasaran. Untuk tanggal 18 Desember 2002, hari wetonnya adalah Rebo, sementara pasaran Pon. Berikut penjelasannya:
- Rebo: Orang yang lahir di hari Rebo cenderung pendiam, pemomong, dan penyabar. Mereka biasanya tidak mudah terpengaruh oleh emosi.
- Pon: Orang yang lahir di pasaran Pon memiliki sifat bicaranya banyak diterima orang. Mereka suka tinggal di rumah dan tidak ingin memakan hal yang bukan miliknya sendiri. Meski begitu, mereka sering marah kepada keluarganya dan memiliki cara pikir yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka juga suka berbantahan dan berani menghadapi atasan. Namun, rejeki mereka cukup baik.
Selain itu, ada beberapa elemen lain dalam weton yang bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang seseorang, seperti:
- Haståwårå/Padewan (Indra): Memiliki bakat sebagai cendekiawan atau intelektual, namun cenderung sombong dan teliti.
- Sadwårå (Mawulu): Sifat was-was dan curiga terhadap sesuatu.
- Sångåwårå/Padangon (Wogan): Sabar dalam menerima hal-hal yang tidak menyenangkan.
- Saptåwårå/Pancasuda (Bumi Kapethak): Suka bekerja keras, kuat menderita, dan sering mendapatkan kekecewaan.
- Rakam (Mantri Sinaroja): Memperoleh kemuliaan dan mampu menjalankan tugas dengan baik, meskipun cenderung angkuh.
- Paarasan (Lakuning Rêmbulan): Mempesona dan membuat hati orang tenang.
Watak Berdasarkan Wuku
Selain weton, wuku juga menjadi bagian penting dalam Primbon Jawa. Wuku yang terkait dengan tanggal lahir 18 Desember 2002 adalah Jlg. pujud. Berikut penjelasannya:
- Dewa Bumi (Bethara Guritno): Menunjukkan bahwa orang yang lahir dalam wuku ini memiliki sifat baik dan sering dicari orang.
- Pohon (Rembuyut): Representasi dari penampilan yang baik dan sering dianggap menarik.
- Burung (Emprit Tondhang): Menggambarkan seseorang yang mandiri dalam penghasilan dan memiliki ucapan yang baik.
- Julung Pujud lengkawa: Menunjukkan sifat yang tidak pernah serius dan cenderung sembrono.
- Aralnya: Ditenung atau disantet, yang bisa mengindikasikan perlunya waspada terhadap hal-hal yang tidak terlihat.
- Sedekah/Sesajen: Nasi tumpeng dengan lauk ayam merah dan kuluban yang terdiri dari sembilan jenis.
- Do'anya: Qunut dan slawat sebanyak 30 ketheng.
- Kala Jaya Bumi: Berada di barat laut dan menghadap tenggara. Saat wukunya berlangsung selama tujuh hari, sebaiknya menghindari bepergian ke arah barat laut.
- Jlg. pujud Sapi Gumarang Tumurun: Mengandung nuansa kebirahian dan keberahian yang aktif. Orang yang berwuku ini memiliki nafsu besar.
- Wuku Jlg. pujud: Cocok untuk mencari nafkah, memelihara hewan, dan menanam palakirna (buah-buahan). Namun, tidak disarankan untuk merencanakan pergi mencari syarat.
Demikianlah ramalan Primbon Jawa untuk kelahiran 18 Desember 2002 berdasarkan perhitungan wuku dan weton. Informasi ini dapat menjadi referensi tambahan dalam memahami karakter dan nasib seseorang. Namun, tetap bijak dalam menyikapi ramalan ini dan jadikan sebagai bahan refleksi diri. Semoga bermanfaat!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar