
Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran 2 Januari 2003
Primbon Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan makna dan filosofi. Bagi masyarakat Jawa, primbon tidak hanya sekadar ramalan, tetapi juga panduan hidup yang berlandaskan hubungan manusia dengan alam semesta. Dalam Primbon Jawa, setiap kelahiran memiliki arti dan keunikan tersendiri, terutama jika dilihat melalui perhitungan wuku dan weton. Salah satu contohnya adalah kelahiran tanggal 2 Januari 2003, yang memiliki makna unik dalam tradisi Jawa.
Tanggal lahir seseorang menurut kalender Masehi, yaitu 2 Januari 2003, jatuh pada hari Kamis Respati. Sementara itu, dalam sistem penanggalan Jawa, tanggal tersebut adalah 28 Syawal 1935, yang disebut sebagai Kemis Pon. Di sisi lain, dalam kalender Hijriah, tanggal ini juga sama-sama ditulis sebagai 28 Syawal 1423.
Dalam Primbon Jawa, watak seseorang dapat dilihat dari kombinasi antara hari (dina) dan pasaran (pasaran). Untuk kelahiran tanggal 2 Januari 2003, hari lahirnya adalah Kemis, yang memiliki ciri-ciri seperti sangar dan menakutkan. Sementara itu, pasaran Pon menunjukkan bahwa orang ini suka tinggal di rumah, tidak suka memakan sesuatu yang bukan miliknya sendiri, serta sering marah kepada anggota keluarganya. Namun, ia juga memiliki sifat yang cukup tegas dan berani, terutama dalam menghadapi atasan. Rejekinya cukup baik, meskipun sering kali memiliki pikiran yang berbeda dari pandangan umum.
Selain itu, Primbon Jawa juga menyebutkan tentang haståwårå/Padewan, sadwårå, sångåwårå/Padangon, saptåwårå/Pancasuda, rakam, dan paarasan. Setiap bagian ini memiliki makna tersendiri. Misalnya, haståwårå Sri menunjukkan sifat berbelas kasih dan mendapatkan banyak simpati. Sadwårå Wurukung menggambarkan bahwa orang ini kurang waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Sångåwårå Gigis menunjukkan bahwa ia memiliki hati yang longgar dan sabar. Saptåwårå Satrya Wirang menggambarkan bahwa ia sering mendapat malu atau dipermalukan. Rakam Macan Kêtawan menunjukkan bahwa meskipun hidupnya cukup sejahtera, ia selalu merasa resah. Paarasan Lakuning Srêngéngé menggambarkan bahwa ia memiliki wibawa dan kemampuan untuk menghidupi serta menerangi orang-orang di sekitarnya.
Dalam Primbon Jawa, wuku juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan sifat seseorang. Untuk tanggal lahir 2 Januari 2003, wuku yang terkait adalah Kuruwelut. Dewa Bumi dalam wuku ini adalah Bethara Wisnu. Pohon yang berkaitan dengan wuku ini adalah Parijatha, yang memiliki sifat cekatan tetapi nakal. Burung yang terkait adalah Sepahan, yang selalu prihatin. Kuruwelut juga digambarkan sebagai air jernih di dalam pasu atau jembangan, yang menunjukkan bahwa hati orang ini penuh dengan rasa aman dan nyaman.
Aral dari wuku Kuruwelut adalah terkena peluru, yang bisa diartikan sebagai risiko atau tantangan yang harus dihadapi. Sedekah atau sesaji yang disarankan adalah kambing tujah atau topong. Doa yang dianjurkan adalah agar segala permohonan cepat dikabulkan, sedangkan slawatnya adalah uang senilai satu gram emas. Dalam wuku ini, kala Jaya Bumi berarti ada di atas menghadap ke bawah. Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari memanjat. Kuruwelut juga digambarkan seperti pohon kapas yang kekeringan, yang menunjukkan bahwa orang ini cenderung lemah dan mudah sakit.
Wuku Kuruwelut baik untuk melihat-lihat calon mantu, merencanakan pembangunan atau perbaikan rumah, tetapi tidak disarankan untuk bepergian, memperbaiki apa pun, mengobati penyakit, atau menanam jujutan seperti jagung.
Demikianlah ramalan Primbon Jawa untuk kelahiran tanggal 2 Januari 2003. Informasi ini dapat menjadi referensi tambahan untuk memahami karakter dan nasib seseorang. Meskipun demikian, tetap bijak dalam menyikapi ramalan ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan gambaran lebih jelas tentang perjalanan hidup seseorang berdasarkan perhitungan tradisional Jawa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar