
Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran 22 Desember 2002
Primbon Jawa memiliki makna yang unik ketika dilihat melalui hitungan wuku dan weton. Ramalan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti sifat karakter, pergaulan, harta atau rezeki, jodoh, kecocokan dalam pekerjaan, serta perilaku menurut pandangan Primbon Jawa. Meskipun hanya sekadar ramalan, banyak masyarakat yang mempercayai bahwa proses kehidupan dapat dihitung berdasarkan perhitungan wuku dan weton.
Primbon Jawa merupakan kitab warisan nenek moyang yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam semesta. Hingga kini, Primbon masih dipercaya sebagai pedoman dalam menentukan tindakan atau sikap dalam beraktivitas. Beberapa kitab Primbon Jawa telah disimpan rapi oleh pemerintah Indonesia di Perpustakaan Nasional. Contohnya adalah Kitab Ta'bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, dan Lontarak Bola.
Watak Berdasarkan Weton
-
Dina (Hari): Minggu
Sifat utama dari orang yang lahir pada hari Minggu adalah tekun dan mandiri, serta memiliki wibawa yang kuat. -
Pasaran (Pasaran): Pahing
Orang yang lahir pada pasaran Pahing cenderung ingin memiliki barang, kesungguhan mereka penuh perhitungan untuk mendapatkan untung. Mereka suka menolong, mandiri, kuat lapar, namun juga sering memiliki banyak musuh. Jika tersinggung, mereka bisa marah secara menakutkan. Selain itu, mereka suka kebersihan dan sering terkena tipu daya. Jika kehilangan sesuatu, jarang bisa ditemukan kembali. -
Haståwårå/Padewan: Brama
Tidak sabaran dan emosional. -
Sadwårå: Paningron
(Ikan) Kena tipu. -
Sångåwårå/Padangon: Dangu
(Batu) Pendiam, kurang wawasan, keras hati. -
Saptåwårå/Pancasuda: Wasesa Segara
Pemaaf, suka menolong, berhati mulia. -
Rakam: Nuju Pati
Banyak sial dan apesnya. -
Paarasan: Lakuning Rêmbulan
Mempesona dan membuat tenteram hati orang.
Watak Berdasarkan Wuku
-
Dewa Bumi: Bethara Tantra
Pohonnya Gendhayakan: menjadi pelindung orang sakit. -
Burungnya Cocak
Pandai bicara, suka bertempat di perkotaan. -
Gedhongnya terbuka pintunya
Ikhlas dermawan. -
Memandhi (menyunggi) praja
Ucapannya bernuansa panas. -
Ngiwakake banyu (meminggirkan ke kiri pasu air)
Kurang baik budi pekertinya. -
Pahang ora pinuju ing ati (Pahang tidak berkenan di hati)
Mudah tersinggung. -
Aralnya: dianiaya.
-
Sedekah / sesaji: Nasi gurih dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya ayam putih lembaran.
-
Do'anya: rasul, slawatnya: 40 ketheng.
-
Kala Jaya Bumi: ada di selatan menghadap ke utara.
-
Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari bepergian yang menuju ke arah selatan.
-
Pahang ibarat burung terkena jerat: lengah. Wuku Pahang baik untuk mengobati penyakit, menanam apa saja, menikah. Namun tidak baik untuk bepergian jauh, mencari nafkah, merencanakan dan memperbaiki apa saja.
Kesimpulan
Demikian ramalan kelahiran 22 Desember 2002 menurut hitungan weton dan wuku dalam Primbon Jawa. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan memberikan gambaran tentang karakter, nasib, serta perjalanan hidup yang diungkap melalui perhitungan tradisional Jawa. Tetaplah bijak dalam menyikapi ramalan ini, dan jadikan sebagai referensi tambahan untuk mengenal diri lebih baik. Semoga bermanfaat!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar