Produktivitas pangan Jateng melampaui target nasional, jadi penopang utama pangan negara

Produktivitas pangan Jateng melampaui target nasional, jadi penopang utama pangan negara

Produktivitas Pangan Jawa Tengah Melampaui Target Nasional

Produktivitas pangan di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai angka yang melampaui target nasional, memperkuat posisi provinsi ini sebagai lumbung pangan utama negara. Capaian ini menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam mendukung stabilitas pangan nasional, khususnya di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.

Data yang dirilis oleh Dinas Ketahanan Pangan mencatat bahwa produksi padi di Jawa Tengah mencapai 11,3 juta ton gabah kering panen (GKP). Angka ini menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan produktivitas terbesar di tingkat nasional. Luas tanam padi mencapai sekitar 2,02 juta hektare, dengan luas panen mencapai 1,67 juta hektare, menghasilkan gabah sebanyak 9,39 juta ton gabah kering giling (GKG).

Selain padi, Jawa Tengah juga mencatat peningkatan signifikan dalam produksi jagung. Produksi jagung mencapai 3,6 juta ton dari luas panen sebesar 612 ribu hektare. Angka ini menjadikan Jawa Tengah sebagai kontributor terbesar kedua nasional dalam produksi jagung. Sementara itu, produksi kedelai mencapai 17.247 ton dari luas panen 8.902 hektare, menjadikan Jawa Tengah sebagai produsen kedelai terbesar di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa target produksi padi sebesar 11 juta ton GKP telah tercapai. Ia menilai capaian ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pada tahun 2026 dan menjadi langkah nyata menuju swasembada pangan berkelanjutan.

“Kita harapkan, tahun 2026 produktivitas pangan kita meningkat,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Rabu, 31 Desember 2025.

Untuk menjaga tren positif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak 2025 telah mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pertanian di berbagai sentra produksi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Gubernur juga menegaskan pentingnya menjaga lahan hijau agar tidak beralih fungsi serta memperkuat kolaborasi dengan kabupaten dan kota. Ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan di masa depan.

Di sisi hilir, Bulog Kanwil Jawa Tengah-DIY memastikan stok beras aman hingga Juni 2026. Ketersediaan beras saat ini mencapai 339.094 ton. Pimpinan Bulog Jateng-DIY, Sri Muniati, menyebut realisasi pengadaan setara beras 2025 mencapai 397.905 ton atau 100,3 persen dari target.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau panik, karena ketersediaan beras sangat cukup dan harganya relatif stabil,” kata Sri Muniati.

Menutup tahun 2025, produktivitas pangan Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi diyakini terus menguatkan peran daerah ini sebagai lumbung pangan nasional. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Jawa Tengah tetap mempertahankan posisinya sebagai provinsi andalan dalam menjaga kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan