Profil Bupati Lampung Tengah yang Terjaring OTT KPK
Ardito Wijaya, Bupati Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), menjadi sorotan setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian ini terjadi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, yang digelar di Nuwo Balak, Kecamatan Gunungsugih. Hanya sehari setelah acara tersebut, Ardito diamankan oleh penyidik KPK.
Peristiwa OTT dan Penangkapan
Pada Rabu (10/12/2025), tim KPK melakukan penangkapan terhadap Ardito. Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan video di akun Instagram resmi Pemkab Lampung Tengah. Dalam waktu singkat, ia dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Saat tiba di markas KPK, Ardito terlihat mengenakan kemeja hitam, jaket, celana hitam, serta topi putih. Ia juga membawa satu koper. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut dan menyebut bahwa OTT berkaitan dengan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
Selain Ardito, KPK juga menangkap sejumlah pihak lain, termasuk beberapa anggota DPRD Lampung Tengah. Namun, hingga saat ini, KPK belum merinci detail perkara, termasuk jenis proyek yang disuap, modus praktik korupsinya, serta potensi kerugian negara. Pengumuman resmi mengenai konstruksi perkara dan status hukum para pihak yang diamankan akan disampaikan setelah pemeriksaan 1×24 jam selesai.

Latar Belakang dan Karier Ardito Wijaya
Ardito Wijaya lahir di Bandar Jaya pada 23 Januari 1980, sehingga saat ini berusia 45 tahun. Ia menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti pada 2008. Setelah lulus, ia melanjutkan studi magister di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) di Universitas Mitra Indonesia, dan lulus pada 2024.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito berprofesi sebagai dokter. Beberapa penugasannya antara lain: * Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011) * Puskesmas Rumbia, Lampung Tengah (2011–2012) * Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah selama 2014–2016.
Perjalanan Politik
Ardito mulai terjun ke dunia politik dengan langkah besar: langsung mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Pada Pilkada Lampung Tengah 2020, ia maju sebagai Calon Wakil Bupati bersama Musa Ahmad melalui pengusungan PKB. Hasilnya: * Musa–Ardito: 323.064 suara * Nessy Kalvia–Imam Suhadi: 189.276 suara * Loekman Djoyosoemarto–Ilyas Hayani Muda: 128.940 suara
Mereka keluar sebagai pemenang. Pada Pilkada 2024, Ardito kembali berkompetisi sebagai Calon Bupati usungan PDIP, berpasangan dengan I Komang Suheri. Meski tidak direkomendasikan PKB, ia tetap maju dan berhasil menang telak dengan 369.974 suara (63,71 persen), mengalahkan petahana Musa Ahmad.
Harta Kekayaan
Berdasarkan LHKPN KPK periodik 2024 yang dilaporkan pada 10 April 2025, Ardito memiliki kekayaan total Rp12,8 miliar. Rincian harta kekayaannya adalah sebagai berikut: * Tanah dan bangunan: Rp12 miliar (5 unit di Lampung Tengah) * Kendaraan: * Toyota Fortuner * Honda CR-V * Sepeda motor Suzuki * Total nilai: Rp705 juta * Kas dan setara kas: Rp117 juta
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar