
Perjalanan Ernest Prakasa dari Stand-Up Comedy ke Dunia Film
Ernest Prakasa telah menjadi bagian penting dari industri hiburan Indonesia selama bertahun-tahun. Awalnya dikenal sebagai komika, ia kini diakui sebagai salah satu kreator film paling berpengaruh, baik sebagai aktor, penulis, sutradara, maupun produser. Kiprahnya dalam dunia perfilman terus berkembang, dan kini ia kembali mencuri perhatian publik lewat film yang ia produksi, Agak Laen, yang sukses besar dengan jumlah penonton mencapai 8.953.603.
Awal Karier di Dunia Hiburan
Ernest pertama kali dikenal luas setelah meraih peringkat ketiga dalam ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim pertama pada tahun 2011. Sejak saat itu, karierinya melesat pesat. Gaya komedinya yang cerdas, jujur, dan sering mengangkat pengalaman pribadi, termasuk sebagai keturunan Tionghoa, membuatnya memiliki ciri khas yang kuat dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Biodata Singkat
Ernest Prakasa lahir di Jakarta pada tanggal 29 Januari 1982. Ia dikenal sebagai figur multitalenta yang aktif di dunia hiburan sejak 2011 hingga kini. Selain sebagai komika, ia juga menorehkan prestasi sebagai penulis buku dan pembuat film sukses. Ia menikah dengan Meira Anastasia pada tahun 2008. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua anak, yaitu Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi.
Dalam berbagai kesempatan, Ernest sering menyebut sang istri sebagai sosok penting di balik konsistensi dan keberaniannya berkarya.
Latar Pendidikan
Sebelum terjun ke dunia hiburan, Ernest menempuh pendidikan di SMA Kristen Ketapang I Jakarta Pusat. Ia kemudian melanjutkan studi Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, meski tidak menyelesaikannya. Akhirnya, ia menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan jurusan yang sama.
Latar pendidikan ini turut membentuk cara berpikir Ernest—kritis, reflektif, dan tajam dalam membaca realitas sosial, yang kemudian tercermin dalam karya-karyanya.
Dari Stand-Up Comedy ke Dunia Film
Setelah sukses di dunia stand-up comedy dan menjadi komika pertama yang menggelar tur tunggal ke berbagai kota di Indonesia, Ernest mulai melebarkan sayap ke industri film. Debutnya sebagai sutradara dimulai lewat film Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015), yang diadaptasi dari buku autobiografinya. Film tersebut mendapat respons positif dan menjadi pembuka jalan bagi Ernest untuk terus berkarya di balik layar.
Kesuksesan Ngenest diikuti oleh film-film lain seperti Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, hingga Imperfect, yang dikenal tidak hanya laris secara komersial, tetapi juga kuat secara pesan.
Produser Film Agak Laen yang Meledak di Bioskop
Peran Ernest sebagai produser kembali disorot lewat film Agak Laen, sebuah film komedi horor yang sukses besar di pasaran. Dengan total 8.953.603 penonton, film ini menjadi bukti kuat bahwa sentuhan Ernest—baik dalam pengembangan cerita maupun strategi produksi—masih sangat relevan dan dicintai penonton.
Tagline dan dialog ikonik film tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, menjadikan Agak Laen sebagai fenomena budaya pop tersendiri. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Ernest Prakasa sebagai salah satu motor utama kebangkitan film komedi Indonesia modern.
Sosok di Balik Layar yang Konsisten
Di balik kesuksesannya, Ernest dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan cerita-cerita yang dekat dengan realitas masyarakat. Bersama Meira Anastasia, yang juga kerap terlibat dalam proses kreatif, Ernest membangun ekosistem karya yang kuat, relevan, dan berkelanjutan.
Dengan rekam jejak panjang dari panggung komedi hingga layar lebar, Ernest Prakasa bukan hanya entertainer, melainkan arsitek cerita yang terus memberi warna baru bagi industri perfilman Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar