Profil Jaya Arjuna, Penulis yang Aktif Kritik Kerusakan Lingkungan Sumatera Utara

Profil dan Peran Jaya Arjuna dalam Dunia Lingkungan

Jaya Arjuna adalah sosok yang cukup dikenal di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Sebagai seorang akademisi dan pengamat lingkungan, ia memiliki peran penting dalam mengkritik kebijakan pemerintah terkait isu lingkungan. Selain itu, Jaya Arjuna juga dikenal sebagai penulis cerpen yang telah melahirkan karya-karya sastra yang menarik.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Jaya Arjuna lahir pada tahun 1953 di Medan. Ia memiliki latar belakang pendidikan teknik, dengan gelar Insinyur (Ir.) dan Magister Sains (M.Sc.). Meskipun detail pendidikan formal tidak tersedia secara rinci, latar belakang keilmuannya berkaitan dengan teknik mesin dan/atau teknik lingkungan. Ia aktif sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, khususnya di Departemen Teknik Mesin. Selama kariernya, Jaya Arjuna juga terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan webinar nasional.

Kritik Terhadap Kebijakan Lingkungan

Jaya Arjuna dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah terkait lingkungan. Salah satu contohnya adalah saat banjir besar terjadi pada November 2025 lalu. Ia memberikan kritik pedas terhadap penanganan hukum terkait peristiwa tersebut. Dalam unggahan di media sosial Facebook, Jaya Arjuna menyampaikan bahwa sampai pertengahan 2026, tidak ada pelaku perusak lingkungan yang ditangkap. Ia menyoroti bahwa pemilik perusahaan tidak tersentuh hukum yang nyata.

Selain itu, Jaya Arjuna juga sempat melontarkan kritik terhadap Wali Kota Medan, Rico Waas, terkait penanganan banjir di Kota Medan. Ia menyebut bahwa Rico Waas hanya pandai bicara saja tanpa menunjukkan kinerja yang riil.

Penyebab Banjir di Kota Medan

Dalam sebuah wawancara dengan nurulamin.pro, Jaya Arjuna pernah mengungkap penyebab banjir di Kota Medan. Menurutnya, banjir datang dari Sungai Deli dan Sungai Babura, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dari Karo dan Deliserdang. Kerusakan hutan dan lahan DAS menyebabkan muka air berfluktuasi tinggi, sehingga masyarakat terendam seperti di Kampung Aur.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar lahan di Kota Medan sudah menjadi lahan kedap air. Bangunan aspal beton menghambat resapan air hujan ke dalam tanah. Air yang seharusnya masuk ke saluran drainase juga tidak bisa karena penampang drainase sudah dipenuhi sedimen. Kanal yang dibangun dulunya bertujuan untuk mengeringkan lahan perkebunan dan kemukiman sudah hampir tidak berfungsi.

Oleh karena itu, Jaya Arjuna pernah memberi masukan agar dilakukan pendalaman saluran air. Pemeriksaan dan pemeliharaan drainase menjadi kunci utama mengatasi banjir di Kota Medan yang saat ini sudah kehilangan wilayah resapan.

Kontribusi dalam Penelitian dan Karya Sastra

Jaya Arjuna juga berkontribusi dalam berbagai penelitian terapan, seperti performansi mesin Otto berbahan bakar biogas dan pemanfaatan alat Hippo Roller untuk masyarakat. Ia juga terlibat dalam penelitian ilmiah seperti "Environmental Information System for Tanjung Mulia Village, Medan" (1996).

Sebagai penulis cerpen, Jaya Arjuna pertama kali mempublikasikan karyanya pada 1973 di Harian Mimbar Umum. Pada 2014, ia meluncurkan kumpulan cerpen berjudul "Kapsul Api Cinta".

Meninggal Dunia

Jaya Arjuna meninggal dunia pada Sabtu, 2 Januari 2026. Kabar duka ini sempat beredar di kalangan jurnalis. Semasa hidupnya, Jaya Arjuna dikenal dekat dengan kalangan wartawan di Kota Medan. Ia sering dimintai pendapatnya tentang kondisi lingkungan di Kota Medan dan Sumatera Utara secara umum. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Jaya Arjuna berpulang sekira pukul 05.10 WIB di Kota Medan.

Biodata Jaya Arjuna

  • Nama: Ir. Jaya Arjuna, M.Sc.
  • Tempat/Tahun Lahir: Medan, 1953
  • Profesi: Dosen, pengamat lingkungan, penulis cerpen
  • Bidang Keahlian: Teknik lingkungan, teknik mesin, dan pengelolaan lingkungan hidup.
  • Pendidikan: Menyandang gelar Insinyur (Ir.) dan Magister Sains (M.Sc.) di bidang teknik. Riwayat pendidikan formal tidak dipublikasikan secara rinci, namun latar belakang keilmuannya berkaitan dengan teknik mesin dan/atau teknik lingkungan.
  • Karier Akademik: Dosen di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, khususnya di Departemen Teknik Mesin. Aktif sebagai dosen pembimbing dan pembanding skripsi, serta terlibat dalam kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan webinar nasional.
  • Aktivitas Profesional: Aktif sebagai pengamat lingkungan sejak 1980, mengombinasikan keahlian teknik dengan praktik dan advokasi lingkungan. Penelitiannya mencakup topik teknik lingkungan dan energi terapan, seperti mesin Otto berbahan bakar biogas serta pemanfaatan teknologi tepat guna (Hippo Roller).
  • Karya Sastra: Penulis cerpen; karya pertama dipublikasikan pada 1973 di Harian Mimbar Umum. Menerbitkan kumpulan cerpen Kapsul Api Cinta pada 2014.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan