Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap AS Bersama Istrinya, Operasi Besar Trump di


nurulamin.proBerikut ini profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang ditangkap AS bersama istrinya. Donald Trump lakukan operasi besar di Caracas.

Profil Singkat Nicolas Maduro

Nicolas Maduro Moros lahir di Caracas, Venezuela, pada 23 November 1962. Ia berasal dari keluarga menengah dan pernah bekerja sebagai sopir bus sebelum memasuki dunia politik. Sebagai seorang politisi, ia memiliki peran penting dalam pemerintahan Venezuela. Awalnya, ia menjadi anggota Majelis Nasional dan kemudian menjadi Menteri Luar Negeri dari tahun 2006 hingga 2012.

Pada 2013, setelah kematian presiden sebelumnya, Hugo Chávez, Maduro naik menjadi presiden. Dalam pemilihan umum yang diadakan pada 14 April 2013, ia terpilih dengan 50,62 persen suara. Pemilu berikutnya pada 20 Mei 2018 membuatnya kembali menjabat sebagai presiden hingga 2025.

Dalam kehidupan pribadi, Maduro pernah menikah dua kali. Pertama dengan Adriana Guerra Angulo, dan mereka memiliki satu anak bernama Nicolás Maduro Guerra. Pada Juli 2013, ia menikah lagi dengan Cilia Flores, seorang pengacara dan politikus yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Nasional.

Peristiwa Penangkapan dan Operasi Besar-besaran

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikabarkan ditangkap dan dibawa ke luar negeri bersama istrinya, Cilia Flores. Kejadian ini terjadi saat adanya serangkaian ledakan besar yang mengguncang ibu kota Caracas pada Sabtu (3/1/2026). Ledakan tersebut disebut sebagai operasi besar-besaran yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Serangan itu terjadi pada pukul 02.00 dini hari, bersamaan dengan suara pesawat terbang rendah yang melintas di atas kota. Pemerintah Venezuela menyatakan bahwa serangan selama 30 menit terjadi di Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Setelahnya, Donald Trump mengumumkan lewat unggahan di Truth Social bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.

“ Amerika Serikat berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut ,” tulis Trump.

Alasan Penangkapan

Beberapa alasan mengapa Pemerintah Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro dan istrinya antara lain:

  • Pemerintah AS menuduh Maduro terlibat dalam narkoterorisme, di mana dia disebut bekerja sama dengan kartel narkoba dan menyebarkan kokain di AS.
  • Donald Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk mengelola cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.
  • Ada isu krisis migrasi karena Maduro disebut mengirim anggota geng dan narkoba ke AS, sehingga banyak warga Venezuela mengungsi ke negara tersebut.
  • Dalam hal transisi pemerintahan, Donald Trump ingin AS menjalankan Venezuela sementara hingga ada kepemimpinan baru. Hal ini lantaran AS sebelumnya tidak mengakui Nicolas Maduro sebagai pemimpin sah sejak 2019 karena dianggap curang.

Tindakan Pemerintah Venezuela

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Venezuela terkait keberadaan dan status terkini Maduro dan istrinya. Pemerintah Venezuela kini menetapkan status keadaan darurat nasional atas respons terhadap serangan tersebut.

Mereka menuduh bahwa AS berusaha merebut sumber daya strategis Venezuela, yaitu minyak dan mineral, serta berupaya menghancurkan kemerdekaan politik negara itu. Pemerintah kemudian memberi peringatan bahwa tindakan AS itu bisa mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia, serta membahayakan nyawa jutaan orang.

Larangan Penerbangan

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan pemberitahuan resmi atau NOTAM. Mereka melarang seluruh pesawat komersial AS terbang di atas wilayah udara Venezuela. Larangan tersebut diberlakukan mulai pukul 02.00 waktu setempat dan akan berlangsung selama 23 jam. FAA menyebut keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan risiko keselamatan akibat aktivitas militer yang sedang berlangsung di negara Amerika Selatan tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan