
aiotradeSherina Munaf, seorang artis ternama Indonesia, mengecam tindakan yang dianggap tidak etis terkait penggunaan gajah sebagai alat berat untuk membersihkan puing kayu setelah banjir di Aceh. Dalam cuitannya, ia menyampaikan protes keras dan membuat surat terbuka kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
Konteks Penggunaan Gajah dalam Pembersihan Banjir Aceh
Baru-baru ini, video yang memperlihatkan gajah Sumatra membersihkan gelondongan kayu di wilayah yang terkena banjir Aceh viral di media sosial. Gajah-gajah tersebut dikerahkan oleh tim gabungan untuk membantu mengangkat puing-puing kayu yang menutupi pemukiman warga di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tindakan ini menjadi perhatian publik, termasuk dari Sherina Munaf.
Proses Penyelidikan dan Kecaman dari Sherina Munaf
Sherina Munaf merasa bahwa penggunaan gajah dalam situasi seperti ini adalah tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perlindungan satwa liar. Ia mengunggah foto gajah yang digunakan untuk memindahkan batang kayu besar dengan tulisan tegas: “Gajah Bukan Alat Berat!”.
Dalam unggahannya, Sherina menyampaikan keprihatinan atas keputusan darurat tersebut. Ia menulis:
"Negara, pemerintah seharusnya bersyukur masyarakat sipilnya punya inisiatif, kepedulian dan jiwa kemanusiaan sebesar ini. Ini nilai plus sebuah negara lho. Gotong-royong bahu membahu dan sat set bergerak."
Ia juga menulis surat terbuka untuk BKSDA Aceh, menyatakan bahwa gajah bukanlah alat berat. Menurutnya, gajah adalah makhluk cerdas, sosial, dan penuh perasaan. Mereka justru yang paling terdampak ketika habitat mereka hilang dan terfragmentasi.
Solusi yang Diajukan oleh Sherina Munaf
Sherina menyarankan tiga poin solusi untuk mengatasi situasi ini:
- Prioritaskan alat berat resmi dari instansi terkait seperti BPBD, PU, atau TNI.
- Libatkan relawan dan organisasi kemanusiaan dalam proses pembersihan.
- Fokuskan BKSDA pada pemulihan habitat dan mitigasi konflik antara manusia dan satwa.
Ia juga berharap rencana ini dapat ditinjau kembali demi kebaikan seluruh makhluk yang terdampak.
Profil Sherina Munaf
Sinna Sherina Munaf, atau yang akrab disapa Sherina Munaf, adalah seorang artis, penyanyi, penulis lagu, komposer, dan model ternama Indonesia. Ia lahir pada 11 Juni 1990 dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Triawan Munaf, adalah seorang musisi, sedangkan ibunya, Luki Ariani, adalah seorang seniman.
Sherina Munaf menempuh pendidikan di British School Jakarta dan University of Sydney. Karier musiknya dimulai pada tahun 1999 dengan album “Andai Aku Besar Nanti”, yang dibawakan oleh Elfa Secioria. Nama Sherina mulai melambung ketika ia menjadi pemeran utama dalam film Petualangan Sherina, yang menjadi salah satu film anak-anak Indonesia yang paling sukses pada masanya.
Meski begitu, Sherina vakum dari dunia hiburan pada awal 2003 setelah merilis album My Life di tahun 2002. Ia mengambil jeda untuk melanjutkan studi. Empat tahun kemudian, ia kembali ke dunia musik dengan merilis album Primadona pada tahun 2007.
Pada tahun 2010, Sherina merilis album kedua bertema Gemini. Selain itu, ia juga kembali ke layar lebar dengan berakting di film-film seperti Wiro Sableng 212 dan Petualangan Sherina 2.


Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar