
Profil Tol Ciranjang - Padalarang yang Direncanakan
Proyek pembangunan Tol Ciranjang - Padalarang kembali menjadi sorotan setelah disampaikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat melalui akun Instagram resmi @bappedajabar. Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan sembilan ruas jalan tol baru di wilayah Jawa Barat (Jabar), dengan total panjang sekitar 266 kilometer (KM). Dari sembilan ruas tersebut, dua di antaranya adalah Tol Ciranjang dan Tol Sukabumi-Ciranjang yang akan menghubungkan Sukabumi ke Padalarang.
Tol Ciranjang - Padalarang direncanakan sebagai bagian dari proyek pembangunan jalan tol Jabar Selatan. Proyek ini diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh dan mengurangi kemacetan di wilayah Cipatat dan Padalarang Kabupaten Bandung. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Rincian Proyek Tol Ciranjang - Padalarang
Dalam rancangan pembangunan, Tol Ciranjang - Padalarang memiliki panjang total sekitar 27,80 KM. Sementara itu, ruas Tol Sukabumi - Ciranjang direncanakan memiliki panjang 28,80 KM. Jika kedua ruas tersebut digabungkan, maka total panjang tol akan mencapai 56,6 KM.
Biaya investasi untuk pembangunan Tol Ciranjang - Padalarang diperkirakan sebesar Rp 7,7 triliun, sedangkan biaya untuk Tol Sukabumi - Ciranjang diperkirakan sebesar Rp 9,4 triliun. Kedua proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2027 hingga 2029, setelah selesainya pembangunan Tol Bocimi.
Konstruksi pembangunan Tol Ciranjang akan dimulai sekitar 2027-2029, dengan harapan bahwa proyek ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Sejarah Wacana Tol Ciranjang
Wacana pembangunan Tol Ciranjang sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir, termasuk selama era Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ridwan Kamil. Pada tahun 2017, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa menyampaikan proyek pembangunan Jalan Tol Sukabumi - Ciranjang sepanjang 31,98 kilometer, yang merupakan lanjutan dari Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).
Pemerintah melalui Kementerian PUPR menugaskan PT Trans Jabar untuk menggarap proyek Tol Sukabumi-Ciranjang. Saat itu, Iwa Karniwa menjelaskan pertemuannya dengan Dirut PT Trans Jabar Tol untuk membahas hasil prastudi pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang. PT Trans Jabar Tol juga menjadi kontraktor yang menggarap pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).
Selain rencana pembangunan Tol Sukabumi - Ciranjang, Iwa Karniwa juga sempat menyampaikan pengkajian usulan proyek pembangunan Tol Cikarang - Ciranjang sepanjang 51 kilometer yang digagas PT PP Persero. Dalam pengkajian tersebut, Pemprov Jabar mengundang Pemerintah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Cianjur untuk menggelar rapat menindaklanjuti usulan tersebut.
Menurutnya, proyek Tol tersebut digagas atas dasar berbagai studi, salah satunya adalah kinerja lalu lintas Jakarta-Bandung via Cipularang yang kian mendesak untuk dilakukan pengembangan.
Target Pemerintah Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah menyampaikan targetnya agar seluruh jalan di Jawa Barat, baik jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, maupun jalan desa, terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus. Tujuannya adalah untuk melahirkan sirkulasi ekonomi yang lebih baik.
Kini, rencana proyek pembangunan Tol Ciranjang - Padalarang kembali mencuat setelah disampaikan oleh Bappeda Jawa Barat di era Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Proyek ini diharapkan dapat menjadi bagian dari visi pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Jabar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar