Profil Utut Adianto, Ketua Komisi I DPR yang Dikritik Susi Pudjiastuti Usai Usulkan Menteri Bencana


Profil Utut Adianto, Ketua Komisi I DPR yang dikritik Susi Pudjiastuti. Dia diketahui mengusulkan bentuk Menteri Bencana saat rapat kerja.

Usulan Menteri Bencana yang Menimbulkan Kontroversi

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menyampaikan usulan agar Indonesia memiliki Menteri Bencana yang fokus pada penanggulangan bencana. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, pada Senin (8/12/2025).

Utut menegaskan bahwa kehadiran Menteri Bencana diperlukan untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di Indonesia. Ia mencontohkan adanya Direktorat Jenderal Longsor, Direktorat Jenderal Banjir, Direktorat Jenderal Angin Topan, dan Direktorat Jenderal lainnya. Meski demikian, usulan ini mendapat berbagai reaksi dari masyarakat.

Bukan tanpa alasan, utusan dari Dapil Jawa Tengah VII ini menyampaikan usulan tersebut karena Indonesia tengah dilanda sejumlah bencana. Selain banjir dan tanah longsor di Sumatra, Banjarnegara juga mengalami bencana yang menewaskan 17 orang dan masih ada 11 korban yang belum ditemukan.

Selain itu, Utut juga mengeluhkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dinilai tidak cukup untuk menangani darurat bencana. Menurutnya, APBN bersifat belanja, bukan tabungan, sehingga tidak cukup untuk digunakan dalam situasi darurat.

Kritik dari Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan

Usulan Utut Adianto kemudian menjadi viral di media sosial dan mendapatkan banyak kritik keras. Salah satu yang paling mencolok adalah dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Ia menulis kritikannya melalui X dengan tulisan "His brain is a disaster."

Cuitan Susi ini mendapat dukungan dari netizen. Banyak pengguna media sosial menyayangkan usulan Utut yang dinilai kurang tepat di saat kondisi Indonesia sedang menghadapi bencana.

Beberapa komentar netizen antara lain: - "@PanggilsajaAdit: Bukannya selesaikan masalah dengan status bencana..idenya malah nambahin kursi..hadeh yang milih beliau siapa sih." - "@d_bravee: Bu, cape ga sih ngeliat pemerintahan sekarang? Saya kok cape banget ya rasanya tiap hari tingkah dan pola pikir mereka tidak mencerminkan mereka berpendidikan dan layak jadi pemimpin."

Profil Utut Adianto

Utut Adianto lahir pada 16 Maret 1965 di Jakarta. Seorang mantan atlet catur, ia telah menikah dengan perempuan bernama Tri Hatmanti. Sebagai atlet, Utut berhasil memenangkan Kejuaraan Junior Jakarta pada tahun 1978. Ia juga pernah menjadi Juara Junior Nasional, Kejuaraan Catur Indonesia, serta dianugerahi gelar Grandmaster di usia 21 tahun, tepatnya pada 1986.

Ayah satu anak ini berhasil masuk peringkat 100 besar dunia pada Juli 2001 dengan ELO rating 2598. ELO rating merupakan metode untuk menghitung tingkat keterampilan relatif pemain dalam permainan seperti catur dan go.

Karier Politik dan Kontribusi dalam Dunia Catur

Utut mulai terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) ini berhasil duduk di kursi Senayan sejak 2009, dengan daerah pemilihan Jawa Tengah VII.

Sebelum menempuh pendidikan di FISIP Unpad, Utut pernah bersekolah di SDN Blok B II Pagi Jakarta Selatan. Setelah lulus, ia melanjutkan ke SMPN 12 Wijaya Jakarta Selatan dan SMAN 6 Bulungan Jakarta Selatan.

Kontribusinya dalam dunia catur masih dilakukan hingga sekarang. Ia menjabat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percazi). Utut bersama rekannya yaitu Eka Putra Wirya, Kristianus Liem, dan Machnan R. Kamaluddin juga mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) sejak 1993.

Harta Kekayaan Utut Adianto

Utut Adianto tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp23.032.363.986 atau Rp23 miliar. Hartanya itu terdaftar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 22 Juli 2024.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan