
Pengalaman Teror yang Dialami Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar, dikenal dengan panggilan Uceng, merupakan seorang akademisi sekaligus pakar hukum tata negara yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan periode 2023-2026. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Pertamina EP, Dewan Audit OJK, serta Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM.
Baru-baru ini, ia mengungkapkan pengalamannya menerima teror dari orang tak dikenal (OTK) yang mengaku berasal dari Polresta Yogyakarta. Aksi tersebut dilaporkan melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (2/1/2026). Dalam unggahannya, Uceng menyebutkan bahwa penelepon menggunakan nomor +62 838 17941429. Suara yang digunakan oleh penelepon terdengar berat dan memiliki otoritas, sehingga membuatnya merasa diintimidasi.
Ancaman yang diberikan adalah penangkapan jika Uceng tidak segera menghadap ke Polresta Yogyakarta dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Meski demikian, Uceng mengaku tidak gentar dan hanya tertawa, lalu mematikan ponselnya dan melanjutkan aktivitasnya.
Ini merupakan kali kedua Uceng menerima ancaman serupa. Ia menyayangkan maraknya aksi scam atau penipuan yang mencatut nama aparat di Indonesia. "Kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk mengancam dan nakutin orang-orang tertentu, enggak akan ngefek," tegasnya.
Profil dan Rekam Jejak Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar bukan sosok sembarangan di dunia hukum Indonesia. Lahir di Makassar pada 8 Desember 1978, ia dikenal sebagai akademisi kritis dan vokal. Pendidikannya dimulai dari S1 Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan studi S2 di Northwestern University, Amerika Serikat, dan menyelesaikan S3 dalam bidang Ilmu Hukum di UGM.
Selain sebagai pengajar di Fakultas Hukum UGM sejak 2014, Uceng memiliki rekam jejak mentereng di berbagai instansi:
- Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM: Dikenal sebagai penggiat antikorupsi yang aktif memberikan edukasi hukum.
- Komisaris PT Pertamina EP (2016–2019): Pernah menduduki posisi strategis di anak perusahaan BUMN energi.
- Dewan Audit OJK (2015–2017): Berperan dalam pengawasan sektor jasa keuangan.
- Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan (2023–2026): Menjalankan fungsi pengawasan pada kebijakan perpajakan nasional.
Aktivisme dan Film "Dirty Vote"
Nama Zainal Arifin Mochtar semakin luas dikenal publik saat menjadi narasumber utama dalam film dokumenter "Dirty Vote" (2024). Bersama Bivitri Susanti dan Feri Amsari, ia membedah berbagai instrumen kekuasaan yang diduga digunakan untuk kecurangan pemilu.
Ia juga dipercaya negara dalam berbagai tugas penting, seperti Anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM (2022) hingga menjadi moderator debat Capres-Cawapres pada tahun 2014 silam.
Kesimpulan
Zainal Arifin Mochtar telah membuktikan bahwa ia tidak mudah terintimidasi oleh ancaman-ancaman yang datang dari pihak tak dikenal. Meskipun teror tersebut bisa saja membuat orang lain merasa takut, ia tetap menjalani hidupnya dengan tenang dan percaya diri. Dengan latar belakang pendidikan dan karier yang kuat, Uceng terus menjadi suara kritis dalam dunia hukum dan politik Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar