
Inovasi Layanan Publik Pemkab Bangkalan Masuk Top 45 Kompetisi Jawa Timur
Inovasi layanan publik yang dikeluarkan oleh Pemerian Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, yaitu program “Beres Sake’ na Beres KTP na’” atau Duwe’ Beres, berhasil menembus jajaran Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 kategori Penyediaan Layanan Kesehatan. Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah setempat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan.
Program Duwe’ Beres dirancang untuk membantu pasien rawat inap yang tidak memiliki dokumen kependudukan lengkap, seperti KTP dan BPJS Kesehatan. Dengan pendekatan kolaboratif antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangkalan, program ini mencoba mengatasi masalah administrasi yang sering kali menghambat akses layanan kesehatan.
Perjalanan Program Duwe’ Beres
Awalnya, program ini lahir dari pengamatan terhadap data tahun 2022 di mana sebanyak 20.190 pasien rawat inap mengalami kesulitan karena tidak memiliki dokumen kependudukan. Sekitar 10,4 persen dari jumlah tersebut tidak memiliki BPJS Kesehatan, dan mayoritasnya disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumen seperti KTP. Hal ini membuat masyarakat sulit mendapatkan layanan kesehatan secara penuh.
Dalam upaya mengatasi hal ini, Pemkab Bangkalan bekerja sama dengan RSUD Syamrabu dan Disdukcapil untuk menyediakan layanan yang lebih efisien. Mereka menciptakan sistem di mana pasien dapat mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus khawatir tentang kelengkapan dokumen. Selain itu, mereka juga memfasilitasi pengurusan dokumen kependudukan agar masyarakat bisa pulang dengan dokumen yang lengkap.
Penghargaan yang Diterima
Penghargaan atas inovasi ini diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi, di Ballroom Hotel Marriot Surabaya pada Jumat, 12 Desember 2025. Ismet menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.
“Duwe’ Beres bukan hanya mempermudah akses pelayanan kesehatan, tetapi juga memastikan masyarakat pulang dengan dokumen kependudukan yang lengkap. Ini bentuk komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ismet mewakili Bupati Bangkalan, Lukman Efendi.
Ismet menjelaskan bahwa penghargaan ini tidak membuat Pemkab Bangkalan berpuas diri. Justru, ini menjadi semangat tambahan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kemudahan mendapatkan dokumen kependudukan.
Tujuan dan Manfaat Program
Tujuan utama dari program Duwe’ Beres adalah memberikan layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang mampu atau tidak memiliki dokumen kependudukan. Dengan sistem ini, pasien tidak perlu lagi khawatir tentang kelengkapan dokumen saat datang ke rumah sakit.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga bangkalan memiliki dokumen kependudukan yang valid. Dengan dokumen yang lengkap, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan sosial lainnya seperti BPJS Kesehatan.
Langkah Lanjutan
Pemkab Bangkalan berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengembangkan program ini. Mereka akan melakukan evaluasi berkala dan memperluas cakupan layanan agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.
Dengan inovasi seperti Duwe’ Beres, Pemkab Bangkalan menunjukkan bahwa pemerintah daerah siap bergerak maju dalam memberikan layanan publik yang berkualitas dan inklusif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar