
Program Capacity Building untuk Penguatan Sektor Pertanian di Bangka Belitung
Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan sektor pertanian dan perikanan, BI Babel menggelar program Capacity Building Manajemen Kemandirian Sektor Pertanian. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari berbagai kelompok seperti petani, pembudidaya ikan (pokdakan), koperasi, Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, penyuluh, hingga perwakilan OPD se-Babel.
Program ini dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Babel, Beny Okta Tutuarima, serta menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya, Mochamad Syamsulhadi, dan dua praktisi pertanian, Khamim dan Wito. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pengelolaan usaha tani dan perikanan agar lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Beny Okta Tutuarima menyampaikan bahwa tema manajemen kemandirian menjadi landasan penguatan sektor pangan Babel. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani, kelompok budi daya, koperasi, hingga KWT merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berdaya saing.
"Penguatan kapasitas ini kami harapkan mampu memperkokoh struktur produksi pangan daerah sehingga dapat mendukung stabilitas harga dan menjaga laju inflasi pangan tetap terkendali," ujar Beny Okta Tutuarima, Jumat (12/12).
Peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari penguatan mindset kewirausahaan, analisis usaha, penyusunan struktur biaya dan harga pokok produksi, hingga metode K3A (Kajian Kondisi, Kebutuhan, dan Analisis Akar Masalah). Selain itu, peserta juga dibekali penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta manajemen kelembagaan petani.
Tidak hanya teori, peserta juga menyusun program kerja kelompok serta rencana tindak lanjut pascapelatihan sebagai langkah konkret untuk diterapkan di lapangan. Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah sharing session bersama Poktan Makmur, juara Klaster Champion tingkat nasional tahun 2019 untuk sektor peternakan sapi.
Kelompok tani ini berbagi pengalaman mengenai strategi penguatan kelembagaan, peningkatan produktivitas ternak, inovasi usaha, hingga optimalisasi manajemen yang membuat mereka diakui secara nasional. Para peserta mendapatkan inspirasi tentang bagaimana pengelolaan yang baik, sinergi antaranggota, serta dukungan multipihak dapat mengangkat kelompok menjadi klaster unggulan.
Selain pelatihan di kelas, peserta juga mengikuti study visit ke Koperasi Bina Raya Lestari di Kabupaten Bangka Tengah. Kunjungan ini memberikan gambaran riil tentang pengembangan klaster pangan berbasis air tawar yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Para peserta mempelajari produksi pakan mandiri, teknik budi daya ikan, proses hilirisasi produk, hingga strategi pemasaran digital yang telah diterapkan koperasi tersebut. Koperasi ini dinilai berhasil menerapkan kelembagaan kuat, SOP budi daya yang konsisten, serta pemanfaatan teknologi digital farming untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Model klaster tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi kelompok tani dan pembudidaya Babel untuk direplikasi di wilayah masing-masing.
Ia menambahkan, ke depan, Bank Indonesia Bangka Belitung akan mengadopsi praktik budi daya modern dan tata kelola usaha yang lebih profesional. Penguatan kelembagaan kelompok serta pembentukan rantai nilai pangan yang efisien disebut menjadi kunci mewujudkan kemandirian pangan daerah. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung stabilitas harga pangan dan menjaga inflasi tetap terkendali di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar