
Kondisi yang tidak biasa dalam jadwal kompetisi Liga Inggris musim 2025/2026 menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pertemuan antara Arsenal dan Aston Villa yang terjadi dua kali dalam paruh pertama musim ini, meskipun biasanya setiap tim hanya bertemu sekali di putaran pertama dan kedua.
Pertandingan antara Arsenal dan Aston Villa terjadi dalam waktu singkat, yaitu pada bulan Desember 2025. Pertemuan pertama terjadi di pekan ke-15, tanggal 6 Desember, di mana Aston Villa berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1 di Stadion Villa Park. Kedua tim kembali bertemu di pekan ke-19, tepatnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari WIB, dan kali ini Arsenal memenangkan pertandingan dengan skor 4-1 di Stadion Emirates.
Unai Emery, pelatih Aston Villa, menyampaikan protes terkait jadwal yang dinilainya tidak wajar. Ia merasa kecewa karena timnya harus menghadapi Arsenal dua kali sebelum melawan Nottingham Forest, yang belum pernah mereka hadapi sejauh ini.
“Ini pertama kalinya dalam karier saya sebagai pelatih selama 20 tahun, kami menyelesaikan paruh pertama musim tanpa bermain melawan 19 tim,” ujar Emery. “Kami akan bermain melawan 18 tim, termasuk Arsenal dua kali. Saya tidak mengerti. Saya tidak tahu mengapa.”
Aston Villa merasa dirugikan karena harus melakukan perjalanan ke markas Chelsea dan Arsenal selama periode Natal. Sementara itu, Arsenal mendapat keuntungan dengan bermain melawan Brighton dan Aston Villa di kandang sendiri.
Damian Vidagany, direktur Aston Villa, menyampaikan bahwa ia sepenuhnya memahami keluhan pelatihnya. Menurutnya, alasan penjadwalan pertandingan yang dipindahkan dari paruh kedua musim sebelum pekan ke-19 tidak memiliki penjelasan yang jelas.
“Saya bertanya kepada orang-orang EPL dan mereka tidak memberi tahu kami. Jadi ini masih misteri,” tambah Vidagany.
Vidagany juga mempertanyakan mengapa jadwal pertandingan lebih menguntungkan bagi klub-klub tertentu. Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United memainkan laga kandang berturut-turut di pekan ke-18 dan 19.
“Faktanya adalah, disengaja atau tidak, ini membuat jadwal pertandingan lebih nyaman bagi klub-klub tertentu yang tidak melakukan perjalanan pada periode Natal yang sangat sibuk ini,” kata Vidagany.
Ia juga menyoroti bahwa membuat Aston Villa memainkan dua pertandingan tandang dalam waktu kurang dari 72 jam bukanlah alasan yang dapat diterima. Namun, ia mengakui bahwa dari sisi pemulihan, bermain dua kali di kandang dan tidak melakukan perjalanan jauh lebih baik.
“Kami, tentu saja, seperti yang sudah jelas, tidak memiliki pengaruh apa pun. Akan sangat memalukan jika jadwal pertandingan menjadi wilayah politik,” lanjutnya.
Namun, sumber yang dekat dengan operator liga mengatakan bahwa Aston Villa telah diberi penjelasan lengkap mengenai masalah ini saat kalender 2025/2026 dirilis. Liga Inggris melakukan penjadwalan seperti ini untuk menciptakan rangkaian pertandingan kandang dan tandang yang lebih baik secara keseluruhan sepanjang musim.
Mereka juga secara rutin menjalin kontak dengan klub-klub terkait penjadwalan dan membantu memenuhi berbagai permintaan tanggal yang mungkin dimiliki klub. Dari BBC, tidak ada aturan yang melarang hal ini dalam peraturan kompetisi Liga Inggris.
Namun, Liga Inggris dikabarkan telah mengatur jadwal pertandingan selama periode liburan sehingga jika sebuah tim bermain di kandang di pekan Natal, mereka akan bermain tandang pada pekan Tahun Baru dan sebaliknya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar