Proyek Minisoccer Cisempur di Bawah Gunung Geulis Berpotensi Longsor

Proyek Minisoccer Cisempur di Bawah Gunung Geulis Berpotensi Longsor

Lokasi Proyek Lapangan Minisoccer di Cisempur Kini Sepi dan Dikunci

Lokasi proyek pembangunan lapangan minisoccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, kini terlihat sepi dan dipasangi garis polisi. Keadaan ini terjadi setelah terjadinya insiden longsor yang menewaskan empat orang pekerja. Sejak peristiwa tersebut, tidak ada aktivitas konstruksi yang terlihat di area proyek.

Dari pengamatan di lokasi, bagian atas atau mahkota longsoran menunjukkan kondisi wilayah yang kini terbuka dan jelas. Di sekeliling lapangan minisoccer, garis polisi telah dipasang untuk mencegah akses ke lokasi yang dianggap berbahaya. Area proyek terletak di atas perbukitan di kaki Gunung Geulis. Dari titik tertinggi, tampak hamparan tanah merah yang cukup luas, yang sebelumnya direncanakan sebagai lapangan minisoccer.

Di bagian mahkota longsoran, terdapat banyak batu berserakan. Batu-batu ini diduga merupakan material dari tembok penahan tanah (TPT) yang ambrol bersamaan dengan runtuhnya tebing. Bekas runtuhan masih terlihat jelas, menandai titik awal longsor yang menelan korban jiwa.

Dari lokasi yang tinggi, pandangan ke arah selatan memperlihatkan deretan kawasan industri di sekitar Rancaekek. Sementara jika menoleh ke arah barat, tampak pemukiman warga di wilayah Gedebage, Kota Bandung, termasuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), meski terlihat sangat kecil dari kejauhan.

Penyelidikan Terus Berlangsung

Hingga kini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab ambrolnya tebing di lokasi proyek tersebut. Proses penyelidikan terus berjalan dengan intensif.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, sudah ada sembilan orang saksi yang diperiksa oleh penyidik. Mereka mencakup mandor proyek hingga pemilik lahan yang berlokasi di perbukitan tersebut.

Sebelumnya, longsor tebing di area proyek minisoccer Cisempur menimbun enam orang pekerja pada Jumat (2/1/2026). Dua orang berhasil diselamatkan, sedangkan empat lainnya meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memastikan proyek tersebut ditutup karena tidak memiliki izin resmi.

Tindakan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengambil langkah tegas dengan menutup lokasi proyek secara permanen. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan serupa terulang dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

Kondisi lokasi saat ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan tidak lagi berjalan. Area yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas kini hanya menjadi tempat yang dijaga ketat oleh pihak berwajib. Para warga sekitar juga diminta untuk menjauhi lokasi agar tidak terkena dampak dari potensi bahaya longsor.

Komentar dan Perhatian Masyarakat

Masyarakat sekitar dan para pengguna media sosial mulai memberikan perhatian terhadap insiden ini. Banyak dari mereka menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa para pekerja. Beberapa juga menyoroti pentingnya adanya pengawasan yang ketat terhadap proyek-proyek pembangunan yang berada di daerah rawan bencana alam seperti perbukitan.

Selain itu, masyarakat juga menantikan hasil penyelidikan dari pihak berwenang. Mereka berharap dapat mendapatkan jawaban yang jelas tentang penyebab utama ambrolnya tebing dan bagaimana kejadian ini bisa terhindari.

Kesimpulan

Insiden longsor di lokasi proyek pembangunan lapangan minisoccer di Desa Cisempur menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Diperlukan kesadaran akan risiko bencana alam serta pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan