PSM Makassar gagal curi poin, tumbang 1-2 dari Borneo FC di Samarinda

PSM Makassar gagal curi poin, tumbang 1-2 dari Borneo FC di Samarinda

Warta Bulukumba - Sorak Segiri pecah di menit ke-87. Joel Vinicius melompat lebih tinggi dari siapa pun, menyundul bola dengan keyakinan, dan mengirim Borneo FC kembali ke puncak klasemen. Di sore yang panas di Samarinda, satu sundulan menjadi penentu, satu laga menjadi penegas.

Borneo FC Samarinda menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Segiri, Sabtu 3 Januari 2026 sore. Kemenangan ini membawa Pesut Etam merebut kembali singgasana klasemen sementara.

Laga ini bukan sekadar soal tiga poin. Ia adalah ujian mental, respons atas ketertinggalan cepat, dan pembuktian bahwa Borneo FC masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar.

Gol kilat dan tekanan awal Juku Eja

Pertandingan belum benar-benar panas ketika PSMja turun ke Segiri sudah menunjukkan niatnya. Baru dua menit berjalan, Alex Tanque mengejutkan publik tuan rumah lewat serangan balik cepat.

Memanfaatkan celah di lini belakang Borneo FC, Alex berhasil mengecoh Nadeo Argawinata sebelum menceploskan bola ke gawang. Skor 0-1 membuat PSM unggul cepat dan memaksa tuan rumah mengubah rencana permainan.

Borneo FC mencoba bangkit melalui penguasaan bola dan serangan dari sisi sayap. Tekanan terus dibangun, namun pertahanan disiplin Juku Eja membuat upaya tuan rumah kerap kandas di sepertiga akhir.

Gol dianulir, momentum yang tertahan

Menjelang akhir babak pertama, Stadion Segiri sempat bergemuruh. Joel Vinicius mencetak gol yang tampak menyamakan kedudukan. Namun selebrasi itu tak berlangsung lama.

Wasit, setelah berkomunikasi dengan VAR, menganulir gol tersebut karena Vinicius dinilai berada dalam posisi offside. Keputusan itu membuat Borneo FC harus menelan kekecewaan.

Keunggulan 1-0 untuk PSM bertahan hingga turun minum. Di ruang ganti, tuan rumah membawa bukan hanya defisit skor, tapi juga emosi yang tertahan.

Kebangkitan Pesut Etam di babak kedua

Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil lebih agresif. Intensitas tekanan meningkat, tempo dipercepat, dan lini tengah bekerja lebih dinamis di bawah arahan Fabio Lefundes.

Hasilnya datang pada menit ke-68. Mariano Peralta mengirim umpan silang akurat dari sisi sayap, disambut sundulan tajam Joel Vinicius yang tak mampu dibendung kiper PSM. Skor imbang 1-1.

Gol tersebut mengubah atmosfer laga. Borneo FC semakin percaya diri, sementara PSM mulai tertekan oleh gelombang serangan tuan rumah.

Joel Vinicius dan sundulan penentu

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Joel Vinicius kembali muncul sebagai pembeda. Pada menit ke-87, ia kembali menyambut bola dari situasi bola mati.

Kali ini melalui tendangan sudut, Vinicius menanduk bola dengan presisi. Gawang PSM kembali bergetar. Skor berbalik 2-1 untuk Borneo FC.

PSM Makassar mencoba menyamakan kedudukan di masa injury time. Peluang emas datang di menit ke-92 lewat sepak pojok, namun pertahanan solid Borneo FC mampu mematahkan ancaman hingga peluit panjang berbunyi.

Di Stadion Segiri, kemenangan ini terasa lebih dari sekadar angka. Ia adalah cerita tentang ketenangan setelah tertinggal, tentang kesabaran membaca momentum, dan tentang satu pemain yang muncul di saat paling krusial.

Bagi Borneo FC, kemenangan ini adalah pesan jelas kepada pesaing: mereka belum selesai. Sementara bagi PSM, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa satu kelengahan bisa mengubah segalanya.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan