
Pengertian Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. Nama ini berasal dari keadaan bulan yang tampak putih terang di malam hari, sehingga disebut sebagai "hari-hari putih". Puasa ini sering kali bertepatan dengan malam purnama, saat cahaya bulan menerangi langit.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa ini sebagai bentuk syukur, pembersihan hati, dan latihan kesabaran. Ibadah ini memiliki hukum sunnah muakkad berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud dan amalan para sahabat. Dalam ajaran Islam, Puasa Ayyamul Bidh memiliki kedudukan yang istimewa karena pahalanya yang berlipat ganda.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Desember 2025
Berdasarkan konversi Kalender Hijriah Kemenag, puasa Ayyamul Bidh bulan Desember 2025 jatuh pada Kamis-Sabtu, 4–6 Desember 2025, yang bertepatan dengan 13–15 Jumadil Akhir 1447 H. Hari-hari tersebut dikenal sebagai Ayyamul Bidh atau hari-hari putih karena bertepatan dengan purnama ketika cahaya bulan menerangi langit malam. Fenomena ini melambangkan ketenangan hati dan kesucian batin yang menjadi semangat utama dalam menjalankan puasa sunnah ini.
Catatan: Jadwal dapat berbeda satu hari tergantung hasil rukyatul hilal di masing-masing wilayah.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa Ayyamul Bidh adalah: * نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta’ala.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
-
Pahala seperti berpuasa sepanjang tahun
Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasa tiga hari setiap bulan sama seperti berpuasa sepanjang tahun.” HR. Bukhari dan Muslim. -
Melatih kesabaran dan ketulusan
Puasa ini membantu kita menahan hawa nafsu dan memperkuat ketenangan batin dalam menghadapi godaan dunia. -
Membersihkan hati dari dosa
Dengan berpuasa secara rutin, hati menjadi lebih jernih, dan dosa-dosa kecil diampuni oleh Allah SWT. -
Waktu yang penuh cahaya
Hari-hari Ayyamul Bidh disebut “hari putih” karena malamnya diterangi bulan purnama, menjadi simbol pencerahan hati bagi hamba yang beribadah.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
- Berniat di malam hari sebelum terbit fajar.
- Menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa hingga maghrib.
- Menjaga lisan dan perbuatan dari hal yang sia-sia.
- Menyegerakan berbuka puasa dan memperbanyak doa di waktu maghrib.
Sejarah dan Dalil Puasa Ayyamul Bidh
Dilansir dari baznas.go.id, Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Rasulullah SAW. Dalam sabdanya bahwa berpuasa tiga hari dalam sebulan sama dengan berpuasa sepanjang tahun, karena setiap kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Maka puasa tiga hari setiap bulan mendapat pahala seperti berpuasa satu bulan penuh.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW berpesan kepadanya agar tidak meninggalkan tiga hal, yaitu shalat witir sebelum tidur, puasa tiga hari setiap bulan, dan shalat dhuha. Dari hadis ini, kita mengetahui betapa besar perhatian Nabi terhadap amalan Puasa Ayyamul Bidh. Beliau menjadikannya bagian dari amalan yang perlu dijaga secara konsisten oleh umat Islam.
Sejarah penyebutan "Ayyamul Bidh" berasal dari keadaan bulan yang tampak putih terang di malam hari. Kata "bidh" dalam bahasa Arab berarti putih. Cahaya bulan yang menyinari malam menjadi simbol penerangan hati dan jiwa. Dengan menjalani Puasa Ayyamul Bidh, seorang muslim seakan sedang membersihkan hati dari kegelapan dosa dan menghidupkan cahaya iman dalam dirinya.
Ulama-ulama salaf juga menekankan pentingnya Puasa Ayyamul Bidh. Mereka menjadikannya sebagai amalan rutin karena memahami nilai spiritual dan pahala besar di baliknya. Bahkan, sebagian sahabat Nabi SAW selalu berusaha tidak meninggalkan puasa ini meskipun dalam kondisi perjalanan atau kesibukan yang padat.
Dengan dasar hadis dan praktik para sahabat, kita dapat menyimpulkan bahwa Puasa Ayyamul Bidh bukan hanya ibadah sunnah biasa, tetapi merupakan kesempatan emas bagi seorang muslim untuk mendapatkan pahala besar setara dengan puasa sepanjang tahun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar