
Purbalingga Buka Peluang Investasi Padat Karya
Purbalingga kini sedang memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang menarik bagi investor, terutama perusahaan padat karya yang ingin pindah dari wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) ke Jawa Tengah. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, seperti UMR yang kompetitif dan tenaga kerja yang bersaing, Purbalingga menunjukkan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Keunggulan Purbalingga dalam Menarik Investasi
Salah satu faktor utama yang membuat Purbalingga menarik bagi investor adalah UMR yang masih sangat kompetitif dibandingkan kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah. Meskipun bukan yang terendah, UMR ini berada pada titik yang sangat menarik bagi para investor. Selain itu, karakteristik tenaga kerja lokal juga menjadi daya tarik tersendiri. Mayoritas tenaga kerja yang belum bekerja adalah laki-laki, sehingga cocok untuk industri yang membutuhkan keterampilan fisik.
Masyarakat Purbalingga dikenal ulet, rajin, serta siap bekerja lembur selama upahnya sesuai. Hal ini menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung pertumbuhan sektor industri.
Perizinan Cepat dan Transparan
Selain keunggulan tersebut, Purbalingga juga menawarkan kemudahan dalam proses perizinan. Proses yang cepat, mudah, dan transparan menjadi jaminan bagi investor. Selain itu, kondisi wilayah yang aman dan minim gejolak juga menjadi nilai tambah. Demo jarang terjadi, sehingga suasana investasi tetap kondusif.
Purbalingga memiliki kawasan peruntukan industri seluas 875 hektare yang tersebar di 13 kecamatan. Selain sektor padat karya, sektor pariwisata, pertanian, peternakan, serta industri lokal seperti sapu glagah dan gula semut juga memiliki potensi besar.
Kajian Peluang Investasi
Untuk menangkap peluang ekspansi industri dari Jabodetabek, Pemkab Purbalingga menggandeng konsultan asal Semarang, CV Indoriset, untuk menyusun kajian dan profil peluang investasi padat karya. Kajian ini akan fokus pada pemetaan sektor dan wilayah mana saja yang bisa menjadi area investasi padat karya. Hasil kajian ini diharapkan selesai pada akhir Desember 2025 dan dapat langsung disajikan kepada calon investor.
Selain itu, Pemkab juga tengah menyiapkan Purbalingga Business Forum yang akan dilaksanakan pada akhir Desember 2025. Forum ini akan mempertemukan seluruh pengusaha, Bank Indonesia, bupati, dan berbagai pemangku kebijakan. Forum ini akan menjadi ajang promosi dan penguatan komitmen investasi.
Komitmen Investor Baru
Hingga saat ini, sudah ada beberapa perusahaan yang memastikan komitmen investasi baru di Purbalingga, antara lain Jogja Swalayan, Fengseng, dan Jadi Baru. Dengan hadirnya industri baru ini, peluang penyerapan tenaga kerja dipastikan meningkat. Meski begitu, proses rekrutmen biasanya bertahap, mengikuti perkembangan produksi.
Semoga, ke depannya bisa berkembang sehingga banyak tenaga kerja kita yang akan terserap. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, Purbalingga berkomitmen untuk terus meningkatkan daya tariknya sebagai lokasi investasi yang menjanjikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar