
Kekhawatiran Menteri Keuangan Menghadapi Akhir Tahun
JAKARTA, nurulamin.pro
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia sempat tidak bisa tidur menjelang akhir tahun karena pergerakan angka fiskal yang terus berubah hingga malam hari. Ia menjelaskan bahwa pada detik-detik terakhir, masih banyak dana yang keluar masuk sehingga posisi keuangan negara terus bergerak dinamis.
"Baru tahu saya. Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember sudah tenang, rupanya belum tuh. Semalam saja saya enggak bisa tidur, uangnya masuk enggak ya, uangnya masuk enggak ya? Defisitnya bisa melebar," tutur Purbaya dalam Media Briefing di Kemenkeu pada Rabu (31/12/2025).
Purbaya mengaku baru menyadari bahwa situasi tersebut membuat akhir tahun belum sepenuhnya tenang bagi seorang menteri keuangan. Kekhawatirannya muncul karena ada risiko penerimaan negara tidak masuk sesuai perkiraan atau muncul pengeluaran besar secara tiba-tiba yang bisa memperlebar defisit APBN.
Namun hingga saat ini, ia memastikan tidak ada lonjakan pengeluaran mendadak. Selain itu, perkembangan penerimaan negara masih sesuai dengan pola yang sudah diproyeksikan sebelumnya sehingga kondisi fiskal tetap terkendali.
Peran Bank Sentral dan Stabilitas Ekonomi
Purbaya menambahkan, pemerintah juga mencermati dampak terhadap sistem perekonomian secara keseluruhan, termasuk peran bank sentral dalam membantu menjaga stabilitas dan mendukung perekonomian nasional. Ia menilai pentingnya konsistensi kebijakan moneter untuk menjaga keseimbangan ekonomi.
Sebelumnya, Purbaya memberi sinyal bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 berpotensi melewati target 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Ia menyebut defisit kemungkinan berada di atas target tersebut. Namun, angka itu tetap dinilai aman karena tidak melampaui batas 3 persen sesuai Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Penyebab Pelebaran Defisit
Purbaya menjelaskan pelebaran defisit dipicu oleh penerimaan pajak yang berada di bawah target. Perlambatan ekonomi memengaruhi kinerja penerimaan. Sejumlah kebijakan pajak baru bahkan ditunda sambil menunggu kondisi ekonomi membaik.
Dalam situasi ini, pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan penerimaan negara. Meskipun ada tantangan, Purbaya menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk menjaga stabilitas fiskal dan memastikan perekonomian tetap berkembang secara sehat.
Tantangan di Akhir Tahun
Di tengah situasi yang dinamis, Purbaya mengakui bahwa tugas seorang menteri keuangan tidak pernah benar-benar selesai. Bahkan di akhir tahun, ia harus terus memantau pergerakan keuangan negara agar tidak terjadi ketidakstabilan yang berdampak pada rakyat.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kinerja fiskal. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan semua rencana pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.
Langkah-Langkah yang Diambil
Beberapa langkah telah diambil untuk menghadapi tantangan fiskal. Salah satunya adalah penyesuaian kebijakan pajak dan pengeluaran yang lebih hati-hati. Selain itu, pemerintah juga aktif dalam melakukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan transparansi dan kepercayaan publik.
Dengan tetap menjaga prinsip keterbukaan dan tanggung jawab, Purbaya optimis bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan fiskal di akhir tahun ini dan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar