
Investasi Besar untuk Pengembangan Sistem IT Kepabeanan
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa diperlukan sekitar Rp 45 miliar dalam investasi untuk pengembangan sistem Teknologi Informasi (TI) di lingkungan Bea dan Cukai. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam operasional kepabeanan, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pendapatan negara.
Purbaya menjelaskan bahwa pengembangan sistem IT ini akan dilakukan secara lebih serius, karena adanya potensi besar dalam peningkatan pendapatan negara melalui optimasi proses kepabeanan. Dalam acara peresmian alat pemindai peti kemas di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestasi, serta peluncuran aplikasi kepabeanan berbasis AI di kawasan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ia menyampaikan pentingnya investasi tersebut.
Sistem IT yang Masih Digunakan Saat Ini
Saat ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih menggunakan sistem IT internal, termasuk aplikasi Trade AI. Software dan hardware yang digunakan saat ini masih memanfaatkan sumber daya yang ada. Namun, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan yang lebih mendalam dan serius, dengan proyeksi investasi sebesar Rp 45 miliar.
Dengan adanya sumber investasi yang cukup, diharapkan sistem TI yang dikembangkan dapat menjadi lebih canggih dan efektif dalam menjalankan tugas-tugas kepabeanan. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara secara signifikan.
Hasil Awal dari Penggunaan AI di Kepabeanan
Menurut Purbaya, hasil awal dari penerapan teknologi AI di bidang kepabeanan sudah menunjukkan keberhasilan. Ia menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, seperti pemeriksaan 145 PIB (Pemberitahuan Impor Barang), sistem AI mampu memberikan tambahan pendapatan sebesar beberapa miliar rupiah. Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan, ditemukan tambahan pendapatan sebesar Rp 1,2 miliar.
Meskipun angka tambahan tersebut tergolong kecil, Purbaya mengatakan bahwa ini hanya merupakan awal dari potensi yang lebih besar. Ia berharap, semakin lama pengembangan sistem IT dilakukan, semakin besar pula manfaat yang bisa diperoleh.
Masa Depan Pengembangan Teknologi di Kepabeanan
Purbaya menyatakan bahwa proyek pengembangan IT ini akan sangat membantu dalam menjalankan tugas-tugas kepabeanan di masa depan. Meski saat ini masih terlalu dini untuk memperkirakan peluang yang sebenarnya, namun hasil yang telah diraih menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam kepabeanan bisa memberikan dampak positif yang signifikan.
Dari hasil yang ada, saya dapat memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 1 miliar dengan mudah. Ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi ini memiliki potensi besar, ujarnya.
Kesimpulan
Investasi sebesar Rp 45 miliar untuk pengembangan sistem IT di Bea dan Cukai tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk menciptakan sistem yang lebih canggih dan akurat. Dengan pemanfaatan teknologi AI, diharapkan proses kepabeanan dapat berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan negara. Purbaya yakin bahwa langkah ini adalah langkah strategis yang akan membawa perubahan signifikan dalam dunia kepabeanan Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar