
Bea Cukai telah menunjukkan peningkatan kinerja setelah menerima beberapa pengingatan untuk memperbaiki masalah internal. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa DJBC memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri dalam waktu satu tahun. Ia menilai bahwa beberapa minggu saja sudah cukup untuk menunjukkan perbaikan, sehingga hal ini menunjukkan potensi yang dimiliki oleh instansi tersebut.
Purbaya mengatakan bahwa pihaknya belum berkoordinasi dengan lembaga lain terkait wacana merumahkan pegawai Bea Cukai. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, teguran hanya bersifat sebagai pengingat. Namun, jika tidak ada perbaikan signifikan dalam setahun ke depan, maka langkah tersebut akan dipertimbangkan lebih lanjut.
Jika Bea Cukai berhasil meningkatkan kinerjanya, maka tidak perlu lagi membahas pembekuan pegawai, ujar Purbaya. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah memperbaiki Bea Cukai semaksimal mungkin, termasuk dengan memanfaatkan teknologi dan pelatihan sumber daya manusia (SDM).
Purbaya menyebutkan bahwa beberapa inovasi teknologi baru telah diluncurkan oleh Bea Cukai, seperti alat pemindai peti kemas X-ray dengan fitur radiation portal monitor (RPM), Self Service Report Mobile (SSR-Mobile), dan Trade AI. Ia juga menyatakan bahwa pelatihan terhadap SDM telah dilakukan secara cukup luas, dan ini harus dipertahankan serta ditingkatkan.
Wacana merumahkan pegawai Bea Cukai pertama kali muncul pada akhir November lalu. Saat itu, Purbaya memberikan tenggat waktu selama satu tahun bagi DJBC untuk memperbaiki kinerjanya. Ia menyatakan bahwa jika tidak berhasil, maka 16 ribu pegawai Bea Cukai akan dianggap tidak efisien.
Namun, menurut Purbaya, baik para pejabat maupun staf Bea Cukai memahami tantangan yang mereka hadapi. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja dan layanan, serta menghilangkan citra negatif yang melekat pada instansinya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Bea Cukai
Bea Cukai melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kinerjanya, antara lain:
-
Penggunaan Teknologi:
Instansi ini telah mengoptimalkan penggunaan teknologi seperti X-ray dan RPM untuk mempercepat proses pemeriksaan barang. Selain itu, SSR-Mobile dan Trade AI juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pelayanan. -
Pelatihan SDM:
Bea Cukai melibatkan pelatihan intensif terhadap pegawainya agar mampu mengoperasikan teknologi baru dan meningkatkan kualitas layanan. Purbaya menilai bahwa pelatihan ini penting untuk mempertahankan kualitas SDM yang ada. -
Perbaikan Citra:
DJBC berkomitmen untuk mengubah citra negatif yang selama ini melekat pada instansi tersebut. Hal ini mencakup peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tantangan dan Harapan
Meskipun ada tanda-tanda perbaikan, Bea Cukai masih menghadapi beberapa tantangan. Di antaranya adalah kesenjangan antara infrastruktur teknologi yang ada dan kapasitas SDM dalam mengoperasikannya. Selain itu, perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara Bea Cukai dengan lembaga-lembaga lain terkait.
Purbaya berharap bahwa dalam setahun ke depan, Bea Cukai dapat menunjukkan kemajuan yang signifikan. Jika hal ini tercapai, maka langkah-langkah radikal seperti merumahkan pegawai tidak perlu dilakukan. Sebaliknya, jika tidak ada perbaikan, maka pemerintah akan mempertimbangkan opsi tersebut.
Dengan komitmen dan upaya yang dilakukan, Bea Cukai diharapkan bisa menjadi institusi yang lebih efisien dan profesional. Dalam proses ini, peran teknologi dan pelatihan SDM menjadi faktor penting yang harus terus dikembangkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar