Purbaya Kini Hadirkan Sistem Canggih Deteksi Penipuan Impor


Pemerintah kini memiliki alat baru untuk memperkuat pengawasan impor. Alat canggih tersebut bernama Trade AI, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan dalam dua minggu terakhir dan diklaim sudah menunjukkan kinerja sangat baik.

Trade AI dirancang sebagai sistem pendukung dalam pemeriksaan dokumen impor seperti Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Dengan kemampuannya, sistem ini mampu mendeteksi berbagai modus kecurangan, mulai dari under-invoicing, over-invoicing, hingga indikasi pencucian uang.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, selama ini proses pemeriksaan dokumen impor dilakukan secara manual oleh petugas Bea Cukai. Di Cikarang, misalnya, rata-rata satu petugas hanya mampu memeriksa 1014 PIB per hari. Hal ini menyebabkan adanya risiko kesalahan atau kecurangan dalam pengawasan impor.

Dengan hadirnya Trade AI, pembandingan nilai barang dan perhitungan kekurangan pembayaran tarif dapat dilakukan secara otomatis. Sistem ini bahkan langsung membandingkan harga barang dengan marketplace di Indonesia maupun luar negeri.

"Jadi begitu barangnya ini masuk, langsung dicek, langsung dibandingkan dengan harga di marketplace di Indonesia. Barangnya juga dilakukan pengecekan di marketplace luar negeri. Jadi akan lebih cepat dan kemungkinan terjadinya under-invoicing akan semakin kecil," kata Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (12/12/2025).

Fitur Utama Trade AI

  • Deteksi Kecurangan
    Trade AI mampu mengidentifikasi berbagai bentuk kecurangan dalam pengajuan dokumen impor. Misalnya, under-invoicing yang sering digunakan untuk mengurangi pajak impor, atau over-invoicing yang bertujuan untuk meningkatkan biaya. Selain itu, sistem ini juga bisa mendeteksi potensi tindakan pencucian uang.

  • Perbandingan Harga Otomatis
    Sistem ini mampu membandingkan harga barang impor dengan pasar lokal dan internasional. Hal ini memastikan bahwa harga yang diajukan sesuai dengan standar pasar, sehingga mengurangi risiko manipulasi harga.

  • Kecepatan Pemeriksaan
    Dengan otomatisasi pemeriksaan, Trade AI mampu memproses dokumen impor jauh lebih cepat dibandingkan metode manual. Ini memungkinkan petugas Bea Cukai fokus pada tugas-tugas lain yang lebih kompleks.

  • Integrasi Data
    Trade AI terhubung dengan berbagai sumber data, termasuk database Bea Cukai dan marketplace online. Hal ini memungkinkan sistem untuk memberikan analisis yang akurat dan real-time.

Manfaat bagi Pengawasan Impor

  • Meningkatkan Akurasi
    Dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan, Trade AI mampu mengurangi kesalahan manusia dalam pemeriksaan dokumen impor. Hal ini menjadikan proses pengawasan lebih akurat dan andal.

  • Mengurangi Risiko Kecurangan
    Dengan kemampuan deteksi yang tinggi, Trade AI bisa mengidentifikasi tindakan tidak sah sejak dini, sehingga mengurangi risiko kerugian negara akibat kecurangan impor.

  • Mempercepat Proses Impor
    Otomatisasi pemeriksaan memungkinkan barang impor diproses lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan. Hal ini berdampak positif pada perdagangan dan logistik.

  • Meningkatkan Transparansi
    Dengan sistem yang terintegrasi dan berbasis data, Trade AI memastikan bahwa semua transaksi impor dilacak dan dapat diverifikasi. Ini meningkatkan tingkat transparansi dalam pengawasan impor.


Trade AI diharapkan menjadi salah satu inovasi penting dalam pengelolaan impor di Indonesia. Dengan sistem ini, pemerintah tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga memastikan bahwa impor dilakukan secara adil dan efisien. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Trade AI akan terus dikembangkan dan ditingkatkan kapasitasnya untuk mendukung kebijakan impor yang lebih baik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan